Harga minyak dunia kembali merangkak naik di tengah bursa global yang ikut menghijau setelah data inflasi Amerika Serikat dirilis lebih lunak dari perkiraan pasar. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, rilis data ekonomi tersebut langsung meredakan kekhawatiran para pelaku pasar terhadap potensi kebijakan pengetatan agresif dari bank sentral Amerika Serikat.
Sebagaimana dilaporkan oleh bursa keuangan internasional, indeks harga konsumen di Amerika Serikat tercatat mengalami kenaikan 0,1 persen pada bulan Juli. Angka tersebut sejalan dengan ekspektasi mayoritas analis dan sekaligus mengurangi tekanan bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan bulan depan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeData ekonomi terbaru "meredakan beberapa kekhawatiran bahwa Federal Reserve didorong menuju kenaikan suku bunga akibat inflasi yang dipicu oleh harga energi yang lebih tinggi," ujar Robert Pavlik, selaku senior portfolio manager di Dakota Wealth Management.
Dari analisis Kabayan News, situasi pasar juga dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran di kawasan strategis Selat Hormuz. Meskipun para peramal ekonomi sempat memangkas proyeksi permintaan global yang sempat menekan harga komoditas energi, ketidakpastian jalur pasokan minyak tetap memberikan dukungan kuat bagi harga minyak mentah Brent dan WTI.
Dorian Carrell selaku head of multi-asset income di Schroders mengungkapkan bahwa "kasus dasar kami untuk waktu yang lama adalah de-eskalasi yang bertahap namun berantakan". Ia menilai lalu lintas melalui Selat Hormuz tidak akan kembali ke kapasitas penuh sehingga mampu menahan harga minyak tetap tinggi dalam jangka pendek hingga menengah.
Sementara itu, pergerakan di bursa saham Wall Street menunjukkan variasi tipis di mana indeks Dow Jones mengalami koreksi ringan, sementara S&P 500 dan Nasdaq justru mencatatkan penguatan. Dorongan positif turut dirasakan sektor teknologi berkat kinerja gemilang perusahaan cloud AI seperti CoreWeave, yang memberikan angin segar bagi perdagangan berbasis kecerdasan buatan global.