Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap...
INTERNASIONAL

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Miliknya usai Peringatan Trump

By Dewi Lestari 2 min read 15 Agustus 2026
Kapal tanker melintasi perairan strategis Selat Hormuz di tengah memanasnya ketegangan geopolitik

Kapal tanker melintasi perairan strategis Selat Hormuz di tengah memanasnya ketegangan geopolitik

Iran menegaskan Selat Hormuz akan tetap menjadi wilayah Iran merespons peringatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berniat mendeklarasikan jalur air strategis tersebut sebagai wilayah AS.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Trump berbicara di New York pada Jumat, di mana ia melontarkan ancaman bernada candaan terkait penguasaan jalur vital transit minyak dan gas dunia.

Menurut pengamatan Kabayan News, Trump menyatakan bahwa dirinya segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai teritori AS setelah mengalahkan Iran serta menyebut blokade kapal masih terus berjalan.

Menanggapi komentar tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri Iran urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi menegaskan melalui platform X bahwa Selat Hormuz senantiasa berada dalam kedaulatan Iran.

Sebagaimana dilaporkan dalam perkembangan geopolitik global, ketegangan di jalur yang mengangkut seperempat perdagangan minyak lintas laut dunia ini kembali memanas menyusul serangkaian serangan dan blokade kapal.

Berdasarkan analisis Kabayan News, kesepakatan sementara yang dicapai sebelumnya kini terancam akibat serangan lanjutan dan aksi saling klaim kendali antara Washington dan Tehran.

Topics
iran selat hormuz donald trump amerika serikat kazem gharibabadi minyak geopolitik timur tengah
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.