Istri seorang prajurit Angkatan Laut Amerika Serikat menyuarakan kemarahan mendalam terhadap Presiden Donald Trump setelah pemimpin tersebut menepis laporan mengenai buruknya kondisi kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab.
Dalam wawancara bersama penyiar CNN Jake Tapper, wanita tersebut memilih merahasiakan identitas demi melindungi keselamatan serta karier militer sang suami yang bertugas dalam penugasan panjang selama berbulan-bulan.
Reaksi keras muncul saat Donald Trump meremehkan situasi sulit dialami ribuan pelaut dan Marinir, bahkan berdalih durasi penugasan belum tergolong lama di tengah situasi konflik dengan Iran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan media, sang istri menyatakan respons pertama saat mendengar komentar kontroversial itu adalah keheranan mendalam atas kurangnya empati dari pucuk pimpinan negara.
"Oh my God! Saya rasa pria itu tidak berpikir sebelum berbicara," ujarnya dengan nada emosional saat menanggapi pernyataan pemerintah.
Ia menilai tudingan pemerintah menganggap keluarga militer bersama para prajurit menyebarkan kebohongan merupakan sebuah tindakan sangat melukai perasaan.
Menurut pengamatan media, keluarga awak kapal memegang bukti nyata berupa dokumen digital di ponsel pintar untuk membuktikan kondisi memprihatinkan di atas kapal perang tersebut.
Kritik tajam juga dialamatkan kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth karena dianggap mengabaikan kesejahteraan pasukan militer yang selama ini hanya dijadikan komoditas politik.