Dua kapal yang digunakan untuk pengolahan dan penyimpanan gas terbakar di Pelabuhan Damietta, Mesir, di pesisir Mediterania. Kementerian Perminyakan Mesir memastikan tak ada korban jiwa dalam insiden yang terjadi pada Rabu (29/7) tersebut. Situasi langsung ditangani sesuai rencana tanggap darurat, demikian pernyataan resmi kementerian.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kamis pagi, pemerintah Mesir mengonfirmasi bahwa kebakaran di dua kapal itu disebabkan oleh serangan drone. Kabinet Mesir dalam pernyataan resmi menyebutkan investigasi awal otoritas terkait menemukan bahwa insiden dipicu oleh pesawat nirawak. Namun hingga kini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Otoritas Mesir terus melakukan penyelidikan untuk menentukan detail di balik insiden serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi melindungi kepentingan dan keamanan nasional Mesir, demikian bunyi pernyataan kabinet. Situasi keamanan di pelabuhan Damietta kini dalam pengawasan ketat.
Perusahaan keamanan maritim asal Inggris, Ambrey, melaporkan bahwa ledakan menghantam fasilitas penyimpanan gas alam cair (LNG) terapung yang berbendera Kepulauan Marshall dan dimiliki serta dioperasikan oleh Amerika Serikat. Awak kapal dievakuasi dan api berhasil dikendalikan, menurut laporan Ambrey. Sementara itu, layanan pelayaran maritim Inchcape juga mengonfirmasi ledakan di terminal LNG tersebut.
Inchcape menambahkan bahwa operasi pelabuhan di dermaga dan terminal lainnya diperkirakan akan berlangsung normal pada malam harinya. Insiden ini terjadi hanya beberapa jam sebelum militer AS kembali melancarkan serangan ke Iran setelah jeda selama lima malam. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump berjanji akan memukul Iran dengan keras menyusul gelombang serangan rudal Iran yang menargetkan pangkalan AS di kawasan.
Peristiwa ini juga terjadi di tengah ketegangan antara AS dan sekutunya melawan kelompok bersenjata yang didukung Tehran di Irak. Serangan gabungan AS-Saudi menewaskan sedikitnya 20 pejuang. Setelah beberapa hari relatif tenang, serangan di berbagai front menandai dimulainya kembali permusuhan. Trump sebelumnya tiba-tiba menghentikan pemboman Iran setelah 13 hari, yang diklaim pejabat AS sebagai upaya memberi kesempatan diplomasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran terkait tuduhan terlibat dalam serangan drone di Damietta. Sementara itu, Mesir belum mengaitkan insiden ini dengan konflik yang lebih luas di kawasan. Namun serangan di pelabuhan strategis Damietta memicu kekhawatiran akan eskalasi di Laut Mediterania dan jalur perdagangan maritim vital.