Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Militer Amerika Serikat (AS) menyatakan telah meluncurkan gelombang serangan baru terhadap sejumlah target di Iran, sebagai respons atas serangan rudal yang dilancarkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sehari sebelumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan serangan itu melalui unggahan di platform X. "Pasukan AS mulai meluncurkan serangan terhadap Iran pada pukul 20.00 waktu timur (ET) hari ini. Serangan ini merupakan respons kuat terhadap percobaan serangan Iran kemarin terhadap pasukan AS yang berbasis di Timur Tengah," demikian pernyataan resmi Centcom.
Serangan balasan ini sekaligus mengakhiri masa jeda yang sempat terjadi antara AS dan Iran pada akhir pekan lalu. Kedua negara sepakat menghentikan sementara aksi saling serang untuk memberi ruang bagi pembicaraan diplomatik dan upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung berbulan-bulan.
Namun, jeda tersebut buyar pada Selasa malam ketika IRGC meluncurkan serangan mendadak dengan menembakkan sejumlah rudal balistik ke pangkalan militer AS yang berlokasi di Yordania. Meski para pejabat AS mengklaim seluruh rudal berhasil dicegat sebelum mengenai sasaran, eskalasi ini dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata informal.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah memberi peringatan keras bahwa negaranya tidak akan tinggal diam jika Iran kembali melakukan provokasi. Trump menegaskan akan membalas secara keras setiap serangan terhadap kepentingan dan personel AS di kawasan.
Serangan balasan AS langsung memicu gejolak di pasar keuangan global. Harga minyak melonjak tajam menyusul kekhawatiran pasar akan kembalinya perang terbuka yang dapat mengganggu pasokan energi dari kawasan Teluk. Para analis memperingatkan eskalasi ini dapat mendorong harga minyak menembus level tertinggi baru dalam beberapa pekan ke depan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran mengenai serangan AS tersebut. Namun para pengamat memperkirakan Tehran akan merespons dengan langkah serupa, yang berpotensi memicu siklus serangan balasan yang tak terkendali dan menyeret negara-negara lain di kawasan ke dalam konflik.