Bloomberg Technoz, Jakarta - Upaya membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz mulai menemukan titik terang. Iran dan Oman, dua negara yang berbatasan langsung dengan selat strategis itu, disebut sedang melanjutkan negosiasi untuk memulihkan arus pelayaran yang selama beberapa bulan terakhir terganggu akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut sejumlah sumber yang dikutip Bloomberg News, negosiasi bilateral ini berpotensi membuka peluang lebih luas, termasuk bagi Iran dan Amerika Serikat untuk kembali duduk bersama dalam perundingan guna mengakhiri perang yang telah memakan banyak korban.
Salah satu usulan utama yang mengemuka dalam pembicaraan adalah membuka kembali jalur tengah atau middle passage di Selat Hormuz. Jalur vital itu tak bisa digunakan sejak konflik meletus pada akhir Februari lalu, memaksa kapal-kapal dagang dan tanker minyak mencari rute alternatif yang lebih aman.
Sejak konflik pecah, sebagian besar kapal lebih memilih menghindari jalur tengah dan beralih ke jalur utara yang dekat dengan pesisir Iran atau jalur selatan di sekitar eksklave Musandam milik Oman. Kedua rute ini dianggap lebih aman meski memakan waktu tempuh lebih panjang.
Sejak Jumat lalu, AS dan Iran sepakat menghentikan sementara aksi saling serang. Presiden AS Donald Trump menyatakan ia ingin memberikan kesempatan bagi jalur diplomasi untuk bekerja. Namun hingga kini, lalu lintas di jalur tengah Selat Hormuz masih terpantau sepi, menunggu kepastian kesepakatan teknis antara Iran dan Oman.
Para pengamat maritim menilai, pembukaan jalur tengah akan sangat menentukan stabilitas pasokan energi global, mengingat sekitar 30% minyak dunia melewati Selat Hormuz. Namun mereka juga mengingatkan, negosiasi masih rentan terhadap gangguan keamanan di lapangan.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Oman belum memberikan pernyataan resmi mengenai perkembangan terakhir negosiasi. Namun sumber diplomatik menyebut kedua pihak optimistis dapat mencapai kesepakatan dalam waktu dekat, asalkan tidak ada lagi insiden bersenjata di perairan tersebut.