Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak para donor internasional agar tidak memotong anggaran untuk program perempuan di Afghanistan demi mencegah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di bawah kekuasaan rezim Taliban. Berdasarkan laporan lembaga dunia tersebut, kondisi kehidupan bagi kaum perempuan di negara ini dinilai sebagai salah satu yang paling memprihatinkan di dunia.
Perwakilan Khusus UN Women untuk Afghanistan, Susan Ferguson, mengungkapkan bahwa kekurangan dana yang parah berisiko memaksa sebagian besar organisasi perempuan untuk menghentikan operasional mereka. Menurut pengamatan UN Women, pembatasan ketat yang diberlakukan oleh pemerintah setempat telah mencakup berbagai aspek kehidupan mulai dari pendidikan hingga kebebasan bergerak.
Sejak kembali berkuasa, Taliban telah mengeluarkan lebih dari seratus dekrit yang mengekang hak-hak dasar perempuan, termasuk pelarangan akses pendidikan menengah dan perguruan tinggi. Sebagian besar perempuan yang disurvei bahkan mengaku jarang meninggalkan rumah akibat tekanan sosial serta aturan ketat yang membelenggu ruang gerak mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePBB mencatat bahwa permohonan dana kemanusiaan senilai 1,7 miliar dolar Amerika Serikat untuk wilayah tersebut baru terpenuhi sebagian kecil, sementara puluhan negara telah mengeluarkan pernyataan bersama mendesak pencabutan pembatasan diskriminatif tersebut. Di sisi lain, para pejabat berwenang berargumen bahwa seluruh kebijakan yang diterapkan telah disesuaikan dengan interpretasi hukum Islam dan budaya setempat.