Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Profil Mohammad Reza Pahlavi, Shah...
INTERNASIONAL

Profil Mohammad Reza Pahlavi, Shah Terakhir Iran yang Ambisius

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 9 Agustus 2026
Potret Mohammad Reza Pahlavi, Shah terakhir Iran

Potret Mohammad Reza Pahlavi, Shah terakhir Iran

Mohammad Reza Pahlavi memegang peranan penting sebagai Shah terakhir Iran yang memimpin Imperial State of Iran sejak 1941 hingga 1979. Berdasarkan catatan sejarah, ia mewarisi takhta dari ayahnya, Reza Shah, sebelum akhirnya kekuasaannya runtuh akibat Revolusi Islam yang dipimpin Ruhollah Khomeini. Selama masa kepemimpinannya, ia mengusung berbagai modernisasi ambisius untuk mengubah wajah negaranya menjadi kekuatan global.

Perjalanan kekuasaan Pahlavi diwarnai dinamika politik domestik serta intervensi asing, termasuk nasionalisasi industri minyak oleh Perdana Menteri Mohammad Mosaddegh. Sebagaimana dilaporkan dalam berbagai catatan sejarah, Mosaddegh digulingkan melalui kudeta 1953 yang didukung Inggris dan Amerika Serikat. Peristiwa tersebut mengembalikan kontrol minyak kepada konsorsium asing sekaligus memperkuat sentralisasi kekuasaan di tangan Shah.

Pada 1963, Mohammad Reza Pahlavi meluncurkan White Revolution atau Revolusi Putih untuk melakukan reformasi radikal di berbagai sektor. Kebijakan tersebut mencakup nasionalisasi industri utama, redistribusi lahan bagi petani, pembagian keuntungan bagi buruh industri, hingga pembangunan fasilitas nuklir. Langkah ini mendongkrak pertumbuhan ekonomi Iran secara signifikan hingga mencatatkan lonjakan Produk Domestik Bruto per kapita.

Di balik pencapaian ekonomi dan modernisasi infrastruktur yang masif, pemerintahan Pahlavi dikenal otoriter serta kerap menuai kritik tajam terkait pelanggaran hak asasi manusia. Berdasarkan analisis awak media, ketimpangan distribusi kesejahteraan serta pembatasan kebebasan politik memicu gelombang oposisi internal yang semakin tak terbendung pada akhir dekade 1970-an.

Ketegangan politik yang memuncak dan aksi protes massal memaksa Mohammad Reza Pahlavi meninggalkan Iran pada Januari 1979 untuk menjalani pengasingan. Setelah monarki resmi dibubarkan, Ayatollah Ruhollah Khomeini mengambil alih kepemimpinan sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru. Pahlavi akhirnya wafat dalam masa pengasingan di Mesir setelah memperoleh suaka politik dari Presiden Anwar Sadat.

Topics
mohammad reza pahlavi iran revolusi islam pahlavi dynasty sejarah timur tengah politik
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.