Profil Reza Pahlavi mencerminkan perjalanan hidup seorang putra mahkota dinasti Pahlavi Iran yang kini aktif sebagai tokoh oposisi di pengasingan. Lahir di Teheran pada 31 Oktober 1960, ia adalah putra sulung dari Mohammad Reza Pahlavi, Shah terakhir Iran, dan Permaisuri Farah. Semasa muda, ia resmi ditunjuk sebagai Putra Mahkota Iran saat penobatan ayahnya pada tahun 1967.
Sebelum meletusnya Revolusi Islam pada tahun 1979 yang dipimpin oleh Ruhollah Khomeini, Reza Pahlavi dikirim ke Amerika Serikat untuk menjalani pelatihan pilot di Reese Air Force Base, Texas. Setelah ayahnya meninggalkan Iran dan monarki dibubarkan, ia mengikuti keluarganya berpindah-pindah negara sebelum akhirnya menetap di Amerika Serikat sebagai seorang disiden di pengasingan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam perjalanan pendidikannya, Reza Pahlavi sempat menempuh studi di Williams College dan American University in Cairo. Ia kemudian merampungkan pendidikan jarak jauh dan meraih gelar sarjana ilmu politik dari University of Southern California pada tahun 1985. Selain bahasa Persia sebagai bahasa ibu, ia juga fasih berbahasa Inggris dan Prancis.
Sebagai tokoh politik di pengasingan, Reza Pahlavi mendirikan Iran National Council pada tahun 2013 serta mengkampanyekan penyelenggaraan referendum nasional guna menentukan sistem pemerintahan masa depan Iran. Berdasarkan analisis awak media, posisinya dalam peta politik oposisi kerap menuai perdebatan karena sebagian pendukung melihatnya sebagai simbol transisi demokratis, sementara kritikus menyoroti ketergantungannya pada dukungan asing.
Dalam kehidupan pribadinya, garis suksesi kepemimpinan keluarga dilanjutkan dengan menunjuk putri sulungnya, Noor Pahlavi, sebagai pewaris. Melalui berbagai platform dan organisasi yang didirikannya, ia terus menyuarakan pentingnya pemisahan agama dari negara serta penyelenggaraan pemilu yang bebas dan adil bagi seluruh rakyat Iran.