Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Remaja Massachusetts Bunuh Ibu dan...
INTERNASIONAL

Remaja Massachusetts Bunuh Ibu dan Adik, Gunakan ChatGPT Cari Fantasi Kematian Keluarga

By Dewi Lestari 2 min read 14 Agustus 2026
Ilustrasi kasus kriminal remaja menggunakan ChatGPT di Massachusetts

Ilustrasi kasus kriminal remaja menggunakan ChatGPT di Massachusetts

Arjun Aravind remaja 17 tahun di Massachusetts didakwa atas pembunuhan ibu kandungnya Sudha Venkatesan serta adiknya Siddharth Aravind setelah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan ChatGPT guna mengeksplorasi fantasi kematian keluarga.

Berdasarkan laporan kepolisian setempat, insiden tragis ini terungkap setelah ayah pelaku menghubungi aparat penegak hukum pada Selasa petang karena anggota keluarga tidak dapat dihubungi dan seorang guru les melaporkan kesulitan masuk ke dalam rumah.

Petugas kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian di kawasan Acton dan menemukan jasad sang adik di lantai dasar serta jasad ibunya di area basement dengan kondisi mengalami luka traumatis.

Dari hasil pengamatan Kabayan News, penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa pelaku sempat kabur menggunakan mobil Honda Accord hijau milik ibunya sebelum akhirnya berhasil diamankan polisi pada Rabu pagi usai merespons panggilan alarm lain.

Pihak berwenang menyebutkan bahwa pelaku belakangan menunjukkan gelagat mengkhawatirkan termasuk memanfaatkan internet dan platform ChatGPT untuk menelusuri gagasan teoretis ihwal aksi pembunuhan anggota keluarga.

Pelaku kini menghadapi dua dakwaan pembunuhan serta sejumlah tuduhan lain termasuk penganiayaan dan pencurian kendaraan bermotor, sementara proses persidangan perdana dijadwalkan berlangsung di Concord District Court.

Topics
arjun aravind chatgpt pembunuhan massachusetts acton kriminal teknologi amerika serikat
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.