Serangan rudal Rusia di wilayah sekitar Kyiv menewaskan tiga orang termasuk seorang anak setelah ledakan keras mengguncang ibu kota Ukraina pada Sabtu. Gempuran tersebut memicu kebakaran besar di beberapa titik dan menyoroti keterbatasan sistem pertahanan udara Ukraina.
Kepala administrasi regional Tymur Tkachenko mengatakan serangan itu menghantam tiga lokasi berbeda di distrik Boryspil, tepat di luar Kyiv, dan menyebabkan tiga warga lainnya mengalami luka-luka. Ledakan kuat dilaporkan mengguncang bangunan di pusat kota saat sirene serangan udara berbunyi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeRudal balistik Rusia melesat dengan kecepatan tinggi dan menukik tajam sehingga pasukan pertahanan Ukraina hanya memiliki waktu singkat untuk merespons. Sistem pertahanan Patriot buatan Amerika Serikat menjadi satu-satunya senjata andalan, tetapi jumlah baterai dan pencegatnya sangat tidak memadai.
Presiden Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan Ukraina hanya menerima sepertiga pasokan rudal pertahanan udara pada paruh pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan pasokan tersebut dipicu konflik global lain yang menguras persediaan pencegat dunia.
Dinamika Militer dan Sanksi Baru AS
Penasihat pemerintah Ukraina memperkirakan Rusia kini mampu meluncurkan sekitar seratus rudal balistik setiap bulan. Moskow juga dikabarkan bersiap mengintensifkan kampanye serangan udara seiring mendekatkannya musim dingin.
Di sisi lain, Ukraina terus melancarkan operasi balasan dengan menyerang fasilitas energi di dalam wilayah Rusia termasuk kilang minyak. Kyiv juga mengerahkan drone jarak jauh untuk menggempur gudang logistik ritel online Wildberries.
Sementara itu, Senat Amerika Serikat mengesahkan Rancangan Undang-Undang sanksi baru yang menyasar ekspor energi Rusia dengan dukungan bipartisan yang kuat. Beleid tersebut kini menunggu persetujuan DPR dan tanda tangan Presiden Donald Trump.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menilai sanksi tersebut akan membantu melemahkan kemampuan finansial Rusia dalam melanjutkan perang. Ukraina menyambut baik langkah politik internasional itu di tengah situasi pertempuran yang kian memanas.