Ketegangan di zona konflik Eropa Timur kembali memanas menyusul insiden berdarah yang mengguncang wilayah perkotaan Ukraina. Sebagaimana diwartakan dalam laporan La Vanguardia, gelombang serangan drone militer Rusia secara telak menghantam sebuah pusat perbelanjaan yang padat aktivitas di kota Kriví Rih.
Presiden Ukraina Volodímir Zelenski dengan keras mengecam insiden pengeboman tersebut melalui pernyataan resminya di media sosial. Ia menyebut serangan di kota kelahirannya itu sebagai tindakan terorisme yang sangat pengecut dan menargetkan warga sipil secara sengaja di tengah hari.
Berdasarkan laporan dari Gubernur Provinsi Dnipropetrovsk, Oleksandr Hanzha, korban jiwa akibat hantaman rudal tersebut dilaporkan mencapai puluhan orang dengan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Sejumlah anak-anak dan warga sipil yang berada di lokasi kejadian turut menjadi korban dan harus segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan tindakan medis darurat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip keterangan resmi pemerintah setempat, serangan udara tersebut dilancarkan dalam dua gelombang terpisah yang berjarak sekitar setengah jam. Gelombang serangan kedua bahkan dilaporkan menyasar area sekitar lokasi penyelamatan tatkala para petugas darurat sedang berupaya memadamkan kobaran api dan mengevakuasi korban.
Di sisi lain, eskalasi militer antara kedua belah pihak terus meningkat seiring mendekati tahun keempat setengah durasi perang. Pasukan Ukraina secara terpisah juga terus melancarkan serangan balasan menggunakan drone jarak jauh yang menyasar sejumlah infrastruktur energi serta fasilitas logistik militer di wilayah pedalaman Rusia.