Dunia kesehatan Amerika Serikat tengah digegerkan oleh kemunculan wabah keracunan makanan massal yang melanda setidaknya 15 negara bagian. Berdasarkan laporan media internasional, kasus infeksi ini berkaitan erat dengan konsumsi produk germinasi alfalfa yang telah tercemar oleh berbagai jenis bakteri berbahaya.
Sebagaimana diwartakan oleh Centros para el Control y la Prevencion de Enfermedades atau CDC, jumlah kasus yang tercatat secara nasional telah mencapai 55 orang dengan empat pasien di antaranya terpaksa harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Mengutip laporan resmi, puluhan kasus tersebut tersebar di berbagai wilayah mulai dari Minnesota, Wisconsin, Florida, hingga New York.
Berdasarkan investigasi lanjutan dari Administracion de Alimentos y Medicamentos atau FDA, mayoritas korban yang berhasil diwawancarai mengaku sempat mengonsumsi germinasi alfalfa sebelum merasakan gejala sakit. Yang menarik sekaligus mengkhawatirkan, wabah kali ini tidak hanya disebabkan oleh satu jenis patogen tunggal, melainkan gabungan infeksi bakteri salmonella dan berbagai strain E. coli.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeOtoritas kesehatan setempat menduga kuat bahwa sumber kontaminasi berasal dari produk germinasi alfalfa yang diproduksi oleh perusahaan Everything Sprouts yang berbasis di Minnesota. Produk-produk tersebut sebelumnya telah didistribusikan secara luas ke berbagai restoran serta supermarket dengan menggunakan merek dagang Calco dan Everything Sprouts.
Menanggapi temuan serius ini, pihak berwenang terus mendesak investigasi mendalam mengingat rekam jejak perusahaan tersebut sempat menjadi sorotan lembaga pangan akibat masalah kebersihan fasilitas produksi. Hingga kini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi terhadap potensi bahaya konsumsi sayuran mentah tersebut.