Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas komitmennya dalam membela hak-hak pekerja. Ia mengungkapkan bahwa Desk Ketenagakerjaan yang dibentuk oleh Polri telah berhasil menuntaskan puluhan kasus ketenagakerjaan dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →"Terima kasih juga Pak Kapolri untuk Desk Ketenagakerjaan yang sudah berhasil menyelesaikan hampir 97 kasus dengan nilai nominal ratusan miliar yang dapat disampaikan kepada buruh yang berhak," ujar Andi Gani saat menghadiri peresmian sekretariat bersama KBPBI di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
Melihat efektivitas kinerja tersebut, Andi Gani berharap peranan Desk Ketenagakerjaan Polri dapat terus dimaksimalkan hingga ke tingkat daerah di seluruh Indonesia. Langkah ini dinilai sangat penting agar perlindungan hukum dan pelayanan bagi para buruh dapat dirasakan secara merata.
"Dan kami berharap Pak Kapolri, Desk Ketenagakerjaan di daerah-daerah juga dimaksimalkan untuk bisa melayanan teman-teman serikat buruh," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Andi Gani mengenang rekam jejak Jenderal Sigit yang dinilainya selalu konsisten mengawal gerakan pekerja sejak masih menjabat sebagai Kabareskrim. Ia menyebut mantan Kabareskrim tersebut memiliki keberanian dalam merespons aspirasi pekerja terkait penolakan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law.
"Dan kami berterima kasih kepada Bapak Kapolri yang mempunyai sejarah panjang dengan gerakan buruh. Seperti teman-teman ketahui, saya harus sampaikan di sini, Pak Kapolri pada saat Kabareskrim yang mendorong dan juga figur di posisi kabinet pada saat itu yang berani menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja dan akhirnya buruh melakukan gugatan di Mahkamah Konstitusi," kata Andi Gani.
Selain membahas peran Polri, peresmian Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) disebut sebagai momentum bersejarah bagi konsolidasi gerakan buruh nasional. Wadah ini menghimpun sekitar 90 persen kekuatan buruh Indonesia yang terdiri dari 17 konfederasi serikat pekerja terbesar dan 157 federasi.
"Hari ini adalah sejarah luar biasa. Kekuatan buruh 90 persen ada di sini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah pergerakan buruh Indonesia, kita mendirikan sekretariat bersama sebagai simbol persatuan perjuangan buruh," terangnya.
Ia menegaskan bahwa pembentukan koalisi ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas pekerja, terutama dalam mengawal proses perancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan serta berbagai regulasi turunan lainnya. Para pimpinan serikat sepakat menanggalkan ego organisasi demi kepentingan bersama.
"Kami memiliki kesadaran yang sangat tinggi bahwa kalau tidak bersatu, kami pasti kalah. Karena itu seluruh konfederasi sepakat membuang ego organisasi dan bersatu dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia," tambahnya.
Saat ini, tim perumus KBPBI telah menyelesaikan draf usulan Undang-Undang Ketenagakerjaan setelah melalui pembahasan intensif selama lima hari. Rencananya, berkas draf usulan komprehensif tersebut akan diserahkan langsung kepada pimpinan DPR RI pada pekan depan sebagai bentuk partisipasi aktif buruh dalam pembuatan kebijakan publik.