Profil aksara Hangeul mencakup sejarah panjang sebagai sistem penulisan dan abjad fonetik yang digunakan untuk bahasa Korea sejak diciptakan pada masa Dinasti Joseon.
Berdasarkan laporan sejarah, Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong yang Agung pada tahun 1443 dengan nama awal Hunminjeongeum atau suara yang tepat untuk diajarkan kepada rakyat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTim redaksi mencatat bahwa abjad Hangeul terdiri dari 24 huruf jamo yang mencakup 14 huruf konsonan dan 10 huruf vokal, serta dirancang secara ilmiah berdasarkan organ mulut manusia.
Meskipun dianjurkan oleh raja, pada masa lalu para sarjana dan bangsawan Joseon sempat menolak menggunakannya karena lebih memilih aksara Tionghoa atau Hanja.
Hingga saat ini, Hari Hangeul diperingati setiap tanggal 9 Oktober di Korea Selatan untuk mengenang jasa besar Raja Sejong dalam menciptakan sistem penulisan yang praktis dan mudah dipelajari.