Kabayan News Kabayan News
/home / nasional / Profil Masjid An-Nawier, Simbol...
NASIONAL

Profil Masjid An-Nawier, Simbol Peradaban Arab di Jakarta Barat

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 9 Agustus 2026
Tampak depan Masjid An-Nawier atau Masjid Pekojan yang bersejarah di Jakarta Barat

Tampak depan Masjid An-Nawier atau Masjid Pekojan yang bersejarah di Jakarta Barat

Masjid An-Nawier atau Masjid Pekojan berlokasi di Jl. Pekojan no 79, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, tercatat sebagai salah satu masjid tertua di Kota Jakarta. Bangunan bersejarah ini dibangun pada tahun 1760 oleh Sayid Abdullah bin Husein Alaydrus dan hingga kini dianggap sebagai simbol peradaban Arab di ibu kota.

Kawasan Pekojan memiliki sejarah panjang terkait dengan istilah koja atau khoja, sebutan bagi penduduk keturunan India beragama Islam. Kampung ini kemudian dikenal sebagai kampung Arab setelah pemerintah Hindia Belanda pada abad ke-18 mewajibkan imigran asal Hadramaut, Yaman Selatan, untuk menetap di wilayah tersebut.

Lahan tempat berdirinya masjid diyakini merupakan tanah wakaf dari Syarifah Baba Kecil, seorang keturunan Nabi Muhammad yang juga berasal dari Hadramaut. Saat ini, makam Syarifah Baba Kecil dapat ditemukan tepat di bagian depan area masjid.

Selain nilai sejarahnya, Masjid Pekojan pernah menjadi pusat pengajaran penting bagi ulama besar, Habib Usman bin Yahya. Beliau merupakan pengarang sekitar 50 buku kitab kuning yang pernah menjabat sebagai mufti Betawi pada tahun 1862.

Arsitektur Unik dan Fisik Bangunan

Pekojan

Salah satu murid terkemuka Habib Usman bin Yahya adalah Habib Ali Alhabsji, pendiri Majelis Taklim Kwitang yang sangat berpengaruh. Peran masjid ini sebagai pusat penyebaran ilmu agama Islam menjadikannya salah satu titik krusial dalam sejarah dakwah di tanah Betawi.

Masjid An-Nawier berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 2.000 m² dengan luas bangunan mencapai 1.500 m². Gaya arsitekturnya menampilkan perpaduan khas antara corak Arab dengan unsur barat, khususnya gaya neo-klasik, yang menunjukkan proses pembangunan bertahap.

Renovasi besar-besaran yang paling mengubah fisik bangunan terjadi pada tahun 1800. Saat ini, masjid mampu menampung sekitar seribu jamaah dan memiliki 33 buah tiang penyangga di bagian dalam ruangan.

Akses masuk ke dalam masjid terdapat melalui tiga buah pintu, di mana pintu utama terletak di sebelah timur. Sementara itu, pintu selatan berada tepat di sisi Jalan Pekojan yang berseberangan dengan Jembatan Kambing.

Topics
masjid sejarah jakarta wisata religi pekojan tambora arsitektur budaya habib usman bin yahya
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.