Masjid Hidayatullah atau akrab disapa Masjid Karet merupakan salah satu masjid tertua di Jakarta Selatan yang berdiri kokoh di tengah modernitas kawasan Karet Semanggi. Lokasi rumah ibadah ini berada di Jalan Masjid Hidayatullah, dapat diakses melalui Jalan Jenderal Sudirman maupun Jalan Profesor Dokter Satrio, tepat di belakang gedung perkantoran.
Tempat ibadah bersejarah ini dibangun pada tahun 1747 di atas lahan seluas 3.000 meter persegi. Tanah tersebut merupakan wakaf dari seorang warga Betawi keturunan Tionghoa dan Bugis bernama Muhammad Yusuf, yang bekerja pada pekerja Belanda bernama Safir Hands.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeUsia bangunan fisik masjid telah melampaui dua abad dan kini terdiri atas dua bangunan utama, yakni bangunan asli serta bangunan tambahan yang diresmikan pada 1999 silam. Bangunan asli tetap dipertahankan keaslian bentuknya sejak pertama kali didirikan.
Daya tarik utama masjid ini terletak pada gaya arsitekturnya yang memadukan unsur kebudayaan Tiongkok, Hindu, dan Betawi. Bentuk atap melengkung menyerupai bangunan kelenteng mencerminkan akulturasi budaya Tionghoa yang kuat pada masa lampau.
Keunikan Arsitektur dan Pusaka Bersejarah di Masjid Karet
Nuansa budaya Betawi pada masjid terlihat jelas dari bentuk pintu dan jendela yang dilengkapi lubang ventilasi khas. Bagian dalam ruangan dipenuhi tiang kayu jati kokoh berhiaskan kaligrafi Arab.
Pekarangan masjid menyimpan keunikan tersendiri karena ditumbuhi pohon kurma, pohon malaka, serta pohon nangka yang diperkirakan berusia ratusan tahun. Selain itu, terdapat pula enam makam pendiri masjid serta pejuang yang dirawat dengan sangat baik.
Pengurus masjid bersama warga sekitar terus berupaya menjaga keaslian bangunan bersejarah ini agar generasi penerus tetap mengenal warisan leluhur. Keberadaan masjid ini menjadi bukti otentik kerukunan antarumat beragama di Batavia tempo dulu.
Kawasan sekitar masjid kini telah bertransformasi menjadi pusat bisnis modern ibu kota, namun Masjid Hidayatullah tetap berdiri tenang sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus destinasi wisata religi.