TPU Petamburan berdiri sebagai salah satu kompleks pemakaman bersejarah di Jalan Aipda Karel Satsuit Tubun, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kawasan pemakaman umum ini menyimpan berbagai artefak masa lampau, termasuk bangunan pelindung makam termegah di Asia Tenggara.
Asal-usul pemakaman ini telah berakar sejak masa penjajahan Belanda ketika sistem segregasi pemakaman diterapkan berdasarkan ras dan golongan. Catatan sejarah menunjukkan pembagian wilayah peristirahatan terakhir dipisah antara kawasan Menteng Pulo, Petamburan, hingga Karet.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDaya tarik utama pemakaman ini terletak pada keberadaan sebuah mausoleum megah berbentuk kubah berwarna hitam berbahan batu granit. Bangunan monumental tersebut dibangun oleh Lim Sha Nio untuk mengenang suaminya, OG Khouw, seorang tokoh terpandang pada masa kolonial.
Proses pembangunan mausoleum megah tersebut memakan waktu empat tahun dari 1927 hingga 1931 dengan biaya fantastis mencapai 200.000 gulden. Kompleks peristirahatan ini juga dihiasi empat patung asal Italia bergaya neorenaisans yang melambangkan tahapan kehidupan manusia.
Jejak Makam Yahudi dan Rumah Guci Abu Jepang
Bagian dalam bangunan kubah granit itu menampilkan ruang melingkar berdinding marmer dengan relief wajah OG Khouw dan Lim Sha Nio. Meskipun pintu kayu jati aslinya telah diganti jeruji besi akibat faktor usia dan vandalisme, kemegahan arsitektur klasik tersebut tetap terjaga.
Pemerintah dan pengelola terus berupaya merawat kawasan pemakaman ini agar nilai historisnya tetap lestari. TPU Petamburan kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemakaman umum, melainkan juga destinasi wisata sejarah penting di ibu kota.
Selain mausoleum megah, TPU Petamburan juga menyimpan jejak komunitas multikultural, termasuk makam kuno penganut Yahudi. Sejumlah nisan bertuliskan huruf Ibrani dan simbol Bintang Daud masih dapat ditemukan di area pemakaman ini meski beberapa di antaranya telah mengalami kerusakan akibat vandalisme.
Kepala TPU Petamburan mencatat terdapat beberapa makam warga Yahudi yang pernah dimakamkan di lokasi tersebut sejak era 1940-an hingga 1950-an. Keberadaan nisan-nisan tersebut menjadi bukti nyata keberagaman demografi Batavia pada masa lampau.