Kekalahan dramatis Timnas Prancis dari Inggris dengan skor 4-6 dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 menyisakan kekecewaan mendalam. Pertandingan yang diwarnai drama sepuluh gol tersebut dinilai mencoreng wajah Les Bleus akibat performa buruk, terutama pada babak pertama.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Gelandang senior Prancis, Adrien Rabiot, tidak bisa menyembunyikan kekesalannya atas sikap yang ditunjukkan oleh beberapa rekan setimnya. Pemain Juventus itu menilai performa skuad asuhan Didier Deschamps pada paruh pertama pertandingan sangat tidak bisa diterima untuk level turnamen sebesar Piala Dunia.
"Kami memasuki babak pertama dengan cara yang cukup memalukan," ujar Adrien Rabiot saat diwawancarai oleh BeIn Sport seusai pertandingan. Ia mengaku terkejut melihat sikap abai yang ditunjukkan oleh sejumlah pemain di atas lapangan.
"Saya melihat perilaku dari beberapa pemain yang belum pernah saya lihat sebelumnya untuk pertandingan seperti ini. Jujur saja, ini sedikit mengecewakan karena ini adalah laga terakhir kami. Kami seharusnya tampil baik di kompetisi ini dan tidak melupakan semua yang sudah kami perjuangkan," tambah Rabiot.
Kekecewaan melanda kubu Prancis setelah sebelumnya mereka gagal melaju ke partai final akibat ditumbangkan oleh Spanyol di babak semifinal. Kegagalan tersebut disinyalir meruntuhkan mentalitas bertanding para pemain Les Bleus saat menghadapi The Three Lions.
"Memang benar ada banyak kekecewaan setelah kekalahan di semifinal melawan Spanyol. Namun, ada tugas yang harus diselesaikan hingga akhir, dan kami tidak boleh membiarkan hal-hal terbengkalai begitu saja," tegas mantan gelandang PSG tersebut.
Meski sempat bangkit dan mencetak empat gol di babak kedua, Prancis tetap gagal mengejar ketertinggalan dari Inggris. Rabiot mengungkapkan bahwa ada pembicaraan serius di ruang ganti saat jeda antarabak untuk membangkitkan harga diri tim.
"Kami bangkit di babak pertama, kami saling berbicara dan mengatakan bahwa kami butuh sedikit harga diri untuk menunjukkan sesuatu yang berbeda. Babak kedua jauh lebih baik, tetapi pada babak pertama, beberapa perilaku pemain benar-benar tidak dapat diterima," pungkasnya.