Pertandingan Prancis melawan Inggris pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Florida akan menjadi panggung terakhir yang emosional bagi Les Bleus. Laga ini bukan sekadar formalitas setelah kegagalan menyakitkan di semifinal, melainkan sebuah akhir dari era emas sepak bola Prancis bersama sang arsitek legendaris, Didier Deschamps.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Bagi generasi muda Prancis yang tumbuh sejak akhir tahun 2000-an, Didier Deschamps adalah satu-satunya sosok yang mereka kenal di kursi kepelatihan tim nasional. Menjabat sejak Juli 2012 hingga Juli 2026, Deschamps telah menjadi otak, pelindung, sekaligus benteng kokoh bagi timnas Prancis selama hampir 15 tahun sebelum akhirnya memutuskan menyudahi masa baktinya.
Ambisi Deschamps untuk menutup karier internasionalnya dengan trofi Piala Dunia ketiga digagalkan oleh kekalahan 0-2 dari Spanyol di semifinal. Meski gagal melaju ke partai puncak, torehan dan dedikasi pria yang mempersembahkan gelar juara dunia sebagai pemain dan pelatih ini tetap menempatkannya di posisi tertinggi dalam sejarah sepak bola hexagonal.
"Saya tahu saya akan merindukan timnas Prancis, tetapi saya merasa terhormat telah berada di puncak selama 15 tahun dengan kostum ini, merasakan momen-momen yang luar biasa," ungkap Deschamps dalam konferensi pers emosional di ruang ganti Miami Dolphins.
Deschamps menambahkan bahwa 25 tahun hidupnya sebagai pemain dan pelatih tim nasional telah mengukir memori yang tidak akan pernah terlupakan. Menjelang laga kontra The Three Lions, ia menegaskan kewajiban profesionalnya untuk merebut medali perunggu dan berencana memberikan kesempatan bermain bagi para pemain muda seperti Konate, Malo Gusto, Rayan Cherki, dan Warren Zaire-Emery.
Di sisi lain, Inggris juga datang dengan luka mendalam setelah disingkirkan oleh Argentina di semifinal lewat drama menit-menit akhir. Pasukan Thomas Tuchel kini harus mengalihkan fokus mereka di Hard Rock Stadium untuk memperebutkan tempat ketiga, sebuah pencapaian kehormatan yang pernah diukir legenda seperti Just Fontaine, Hakan Sukur, dan Diego Forlan.
Meski atmosfer turnamen sudah mengendur, motivasi tinggi tetap ditunjukkan oleh talenta muda Prancis, Rayan Cherki. Melalui unggahan resmi FFF, ia menegaskan tekad baja skuad Les Bleus untuk masa depan Prancis.
"Jangan pernah lupa, kita akan kembali, kita akan kembali lebih kuat, dan kita akan kembali untuk menyatukan semua orang di belakang logo ayam jantan ini," tegas Cherki dengan penuh semangat.
Pertandingan akhir pekan ini akan menjadi momen krusial bagi timnas Prancis untuk menutup lembaran lama dan mulai memikirkan regenerasi. Sementara bagi Didier Deschamps, ia akan melangkah pergi dengan kepala tegak dan hati yang tenang sembari berujar, "Hidup terus berjalan. Saya tahu semuanya akan tetap baik-baik saja."