Mega bintang Argentina, Lionel Messi, kembali membuktikan bahwa taji dan magisnya belum habis di atas lapangan hijau. Pada usia 39 tahun, saat negaranya berada di ujung tanduk dan terancam tersingkir, sang kapten justru hadir sebagai pembeda lewat dua umpan matang yang berbuah gol kemenangan.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Banyak pihak sempat memprediksi bahwa era keemasan La Pulga telah berakhir semenjak ia memutuskan hengkang ke kompetisi MLS. Namun, setiap kali diragukan, pemain yang kini membela Inter Miami tersebut selalu punya cara tersendiri untuk membungkam para pengkritiknya lewat performa yang luar biasa.
Secara fisik, intensitas berlari dan menekan lawan yang ditunjukkan Messi memang sudah tidak se-agresif dahulu. Kendati demikian, visi bermain yang genius serta kemampuannya membaca ruang dalam hitungan detik terbukti jauh lebih mematikan di atas lapangan.
Ketika tensi pertandingan meninggi dan beban mental tim semakin berat, kehadiran Messi di lapangan menjadi ketenangan tersendiri bagi kubu Albiceleste. Ia seolah menolak untuk menyudahi karier internasionalnya dengan akhir yang biasa-biasa saja.
Keberhasilan menembus partai puncak ini sekaligus membuka peluang besar bagi Argentina untuk mempertahankan gelar juara mereka. Pada laga final hari Minggu mendatang, skuad asuhan Lionel Scaloni dijadwalkan akan menantang kekuatan besar Eropa, Spanyol.