Piala Super UEFA 2009 mempertemukan juara Liga Champions Barcelona dan juara Piala UEFA Shakhtar Donetsk di Stade Louis II, Monaco, pada 28 Agustus 2009. Laga yang digelar setelah pengundian fase grup Liga Champions dan Europa League ini menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim di level Eropa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Ini merupakan pertemuan pertama antara Barcelona dan Shakhtar Donetsk sejak mereka bertemu di babak grup Liga Champions musim sebelumnya. Kala itu, kedua tim sama-sama menunjukkan permainan menarik yang membuat laga kali ini dinanti-nanti oleh para penggemar sepak bola.
Stade Louis II di Monaco telah menjadi rumah bagi Piala Super UEFA sejak 1998. Stadion yang dibangun pada 1985 ini juga merupakan markas AS Monaco, klub yang berkompetisi di sistem liga Prancis. Atmosfer stadion yang megah turut menambah gengsi partai puncak antar dua juara kompetisi Eropa tersebut.
Sejak peluit awal dibunyikan oleh wasit asal Belgia, Frank De Bleeckere, Barcelona langsung mendominasi penguasaan bola. Pasukan Pep Guardiola yang mengandalkan tiki-taka khas mereka berusaha membongkar pertahanan rapat Shakhtar yang diasuh Mircea Lucescu.
Shakhtar Donetsk tidak tinggal diam. Tim asal Ukraina itu sesekali melancarkan serangan balik cepat yang merepotkan lini belakang Barcelona. Namun, kiper Victor Valdes tampil sigap di bawah mistar gawang untuk menggagalkan sejumlah peluang berbahaya.
Gol semata wayang tercipta di babak kedua melalui pemain muda Barcelona, Pedro. Menerima umpan terukur dari rekannya, Pedro dengan tenang menaklukkan kiper Shakhtar dan membawa timnya unggul 1-0. Gol ini menjadi penentu kemenangan sekaligus mengantarkan Barcelona meraih trofi Piala Super UEFA untuk ketiga kalinya dalam sejarah klub.
Kemenangan ini menjadi awal yang manis bagi Barcelona di musim 2009-10 setelah sebelumnya sukses meraih treble winner pada musim lalu. Sementara bagi Shakhtar Donetsk, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga untuk terus berkembang di kancah Eropa.
Pertandingan berjalan dengan fair play dan hanya beberapa pelanggaran yang terjadi. Kedua tim menunjukkan kualitas sepak bola yang atraktif, membuat laga ini layak disebut sebagai salah satu final Super Cup yang menarik dalam beberapa tahun terakhir.