Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Drama 3 Laga Piala Interkontinental...
OLAHRAGA

Drama 3 Laga Piala Interkontinental 1967, Celtic vs Racing Club Berakhir Ricuh

By Redaksi Kabayan News • 4 min read • 31 Juli 2026
Suasana ricuh laga play-off Piala Interkontinental 1967 antara Celtic dan Racing Club di Montevideo

Suasana ricuh laga play-off Piala Interkontinental 1967 antara Celtic dan Racing Club di Montevideo

Piala Interkontinental 1967 menjadi salah satu partai paling kontroversial dalam sejarah sepak bola. Mempertemukan juara Eropa Celtic dari Skotlandia dengan juara Amerika Selatan Racing Club dari Argentina, kompetisi yang seharusnya bergengsi ini justru diwarnai kekerasan dan kontroversi di setiap laganya.

Laga pertama di Hampden Park, Glasgow, berakhir dengan kemenangan tipis Celtic 1-0 lewat sundulan Billy McNeill. Namun, pertandingan itu dinodai oleh permainan keras dan perilaku tidak sportif dari pemain Racing Club yang kerap meludahi lawan. Pelatih Celtic, Jock Stein, mengungkapkan hampir seluruh pemainnya membutuhkan perawatan akibat benturan fisik yang terjadi.

Suasana semakin memanas di leg kedua di El Cilindro, Avellaneda. Sebelum laga dimulai, kiper Celtic Ronnie Simpson terkena lemparan benda dari penonton dan harus digantikan oleh John Fallon. Meski sempat unggul lewat penalti Tommy Gemmell, Celtic akhirnya takluk 1-2 berkat gol Norberto Raffo dan Juan Carlos Cardenas, sehingga agregat poin kedua tim imbang.

Karena aturan Piala Interkontinental tidak menggunakan agregat gol, melainkan sistem poin, maka laga play-off di Montevideo, Uruguay, pun digelar. Pertandingan ini kemudian dikenal dengan julukan "The Battle of Montevideo" karena kekacauan yang terjadi di dalam lapangan.

Play-off tersebut berubah menjadi pertarungan sengit. Wasit asal Paraguay, Rodolfo Perez Osorio, harus berkali-kali menghentikan laga dan memanggil polisi anti huru-hara masuk lapangan. Total enam pemain diusir, empat dari Celtic dan dua dari Racing Club, termasuk Bobby Lennox, Jimmy Johnstone, dan John Hughes dari kubu Skotlandia.

Celtic juga kehilangan kendali disiplin. Bertie Auld yang mendapat kartu merah menolak meninggalkan lapangan dan tetap bermain hingga usai. Di tengah kekacauan, Tommy Gemmell bahkan disebut-sebut melakukan tendangan tidak senonoh yang luput dari pengawasan wasit. Racing Club pun unggul lewat gol Cardenas dan menang 1-0.

Usai laga, manajer Celtic Jock Stein melontarkan pernyataan pedas, "Saya tidak akan membawa tim ke Amerika Selatan lagi meskipun ditawari seluruh uang di dunia." Ketua Celtic Robert Kelly menyebut laga itu sebagai "pertandingan brutal tanpa sepak bola" dan mendenda setiap pemainnya sebesar 250 poundsterling.

Di sisi lain, kapten Celtic Billy McNeill menunjukkan sportivitas dengan bertukar jersey dengan bek Racing Club Roberto Perfumo. Perfumo mengaku momen itu sebagai kenangan paling berharga dari kejuaraan dunia tersebut, meski secara keseluruhan laga meninggalkan citra buruk.

Kemenangan Racing Club disambut meriah di Argentina, termasuk oleh fans rival. Namun, kekerasan dalam seri ini menjadi preseden buruk bagi edisi-edisi Piala Interkontinental berikutnya, di mana banyak tim Eropa mulai enggan berpartisipasi karena ulah fisik kubu Amerika Selatan.

Pada 2017, FIFA secara resmi mengakui seluruh juara Piala Interkontinental, termasuk Racing Club, sebagai juara dunia. Meski demikian, kisah tiga laga pada 1967 tetap dikenang sebagai salah satu babak paling kelam dalam sejarah persaingan antarbenua.

Topics
piala interkontinental 1967 celtic racing club battle of montevideo sepak bola skotlandia sepak bola argentina jock stein kontroversi sepak bola sejarah uefa final piala dunia antarklub
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.