FIFA meluncurkan serangan balik terhadap sejumlah media atas dugaan upaya sistematis merusak reputasi Gianni Infantino di tengah tekanan yang terus meningkat. Badan sepak bola dunia tersebut menuding adanya narasi keliru yang sengaja dibangun untuk menggoyahkan posisi sang presiden.
Ketegangan ini bermula ketika UEFA mengonfirmasi adanya pembayaran dana keluar kepada seorang mantan pegawai wanita. Laporan media menyebut wanita tersebut memiliki hubungan khusus dengan Infantino semasa ia masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA, sebuah tuduhan yang langsung dibantah keras oleh FIFA sebagai sesuatu yang tidak benar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis awak media, FIFA merasa perlu bersikap tegas karena banyaknya spekulasi yang disajikan sebagai fakta. Melalui juru bicaranya, FIFA menyatakan, "Presiden FIFA dipilih secara demokratis oleh asosiasi anggota dan terus melayani dengan mandat mereka. Sangat jelas ada upaya terorganisir dan berkelanjutan oleh pihak tertentu untuk merusak FIFA dan presidennya".
FIFA menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap pengawasan yang sah, namun menolak jika pengawasan tersebut dijadikan kedok untuk memutarbalikkan fakta. Mereka menyatakan bakal menantang pemberitaan yang dianggap tidak akurat serta menyesatkan secara langsung dan penuh semangat.
Di sisi lain, posisi Infantino semakin terjepit setelah rencana investasi swasta untuk kompetisi di bawah naungan FIFA gagal total. Ancaman boikot dari 55 negara anggota UEFA juga masih membayangi, meskipun skema investasi tersebut telah ditarik kembali.
Berdasarkan pengamatan redaksi, FIFA tetap berkomitmen penuh untuk tidak teralihkan dari agenda organisasi menjelang pemilihan presiden Maret mendatang. Mereka bersikeras bahwa setiap tantangan terhadap posisi kepemimpinan harus dilakukan melalui proses demokratis yang sudah ditetapkan, bukan melalui serangkaian tuduhan atau disinformasi.