Alejandro Garnacho resmi berseragam Aston Villa pada Juli 2026 dengan status pinjaman dari Chelsea selama satu musim. Kepindahan ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk mantan asisten pelatih Villa, Gary McAllister, yang menilai pemain asal Argentina itu berpotensi besar berkembang di bawah asuhan Unai Emery.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Garnacho datang ke Villa Park setelah satu musim yang kurang memuaskan bersama Chelsea di Premier League. Pemain berusia 22 tahun itu hanya mencetak satu gol dan empat assist di liga, meski ia masih mampu mengemas total delapan gol di semua kompetisi.
McAllister menilai langkah Garnacho ke Aston Villa adalah peluang emas. "Membawa Garnacho, dia adalah pemain yang tidak diragukan lagi memiliki banyak bakat dan kemampuan," ujar McAllister secara eksklusif kepada Sports Mole. "Tapi itu tidak cukup untuk menggantikan Morgan Rogers. Dia harus bekerja keras, bekerja untuk rekan satu tim, dan bekerja untuk tim."
McAllister yang pernah menjabat sebagai asisten manajer Villa pada dua periode berbeda itu meyakini Emery adalah pelatih yang tepat bagi Garnacho. "Saya pikir Unai Emery sangat sejalan dengan prinsip tidak ada individu. Dia menyukai pemain individu yang bisa memenangkan pertandingan dan menciptakan momen, tapi melihat tim-tim Unai Emery, mereka adalah tim," jelasnya.
Lebih lanjut, McAllister menekankan bahwa kesempatan bekerja dengan pelatih sekelas Emery adalah anugerah. "Ini kesempatan besar untuk bekerja dengan manajer yang adalah pemenang. Anda mendengar manajer mengatakan mereka pemenang, tapi Unai Emery memenangkan sesuatu. Manajer ini mungkin bisa mengeluarkan yang terbaik darinya," tambahnya.
Kedatangan Garnacho tak lepas dari situasi keuangan Villa yang terkena sanksi denda £19,4 juta dari UEFA karena pelanggaran aturan biaya skuad pada 2025. Villa harus bergerak cerdas di bursa transfer dan mencatatkan net spend terendah kedua di Premier League dalam tiga musim terakhir.
Villa juga harus melepas beberapa pemain kunci seperti Morgan Rogers ke Chelsea dengan nilai transfer £117 juta, yang menjadikannya pemain termahal dalam sejarah sepak bola Inggris. Selain Rogers, Youri Tielemans, Moussa Diaby, Jacob Ramsey, Jhon Duran, dan Douglas Luiz juga telah dijual dalam periode yang sama.
McAllister mengakui bahwa para penggemar Villa mungkin merasa dirugikan dengan situasi ini. "Saya masih menggaruk-garuk kepala tentang bagaimana Anda menghitung berapa banyak yang diizinkan untuk dibelanjakan dan berapa banyak jika Anda menghabiskan lebih dari itu, Anda akan kehilangan poin. Sangat sulit untuk dipahami," ungkapnya.
"Penggemar Villa akan berpikir mereka mungkin yang paling dihukum. Newcastle juga, pemilik yang ingin membelanjakan uang tapi tampaknya menjual pemain terbaik mereka untuk bergerak di pasar," lanjut McAllister. Ia menambahkan bahwa kehilangan Tielemans dan Rogers adalah pukulan berat bagi Villa dan Emery mengingat performa impresif mereka musim lalu.