Kementerian Pendidikan Singapura mengumumkan kebijakan baru untuk memperluas akses pembelajaran bahasa ibu di tingkat lanjutan. Mulai tahun 2027, program elektif bahasa ibu akan diperluas guna memberikan kesempatan lebih besar kepada para siswa memperdalam kemampuan bahasa dan budaya mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menteri Pendidikan Desmond Lee menyampaikan pengumuman tersebut dalam simposium bahasa ibu. Perluasan ini mencakup penambahan pusat pembelajaran serta perluasan sekolah yang menawarkan program khusus untuk bahasa Tamil, Mandarin, dan program spesial bahasa Melayu.
"Kami ingin menciptakan jalur bagi para siswa yang ingin mempelajari bahasa ibu mereka secara lebih mendalam," ujar Desmond Lee dalam keterangannya.
Untuk bahasa Tamil, akses program elektif di tingkat sekolah menengah dan junior college akan diperluas melalui pendekatan berbasis pusat di Umar Pulavar Tamil Language Centre. Sementara itu, program bahasa Mandarin di tingkat junior college juga akan diperluas ke sekolah keenam yaitu Anderson Serangoon Junior College.
Selain itu, program spesial bahasa Melayu yang memungkinkan siswa non-Melayu mempelajarinya sebagai bahasa ketiga juga akan diperluas. National Junior College akan bertransformasi menjadi pusat kelima untuk program tersebut mulai tahun 2027.
Tidak hanya di tingkat sekolah menengah dan junior college, pemerintah Singapura juga memperkuat pendidikan bahasa ibu pada tingkat prasekolah serta meluncurkan sistem kecerdasan buatan untuk membantu guru memeriksa esai bahasa Mandarin.