Kecaman keras dilayangkan kelompok suporter Chelsea FC kepada manajemen klub setelah pengumuman perubahan nama skuad akademi menjadi Cobham Next Gen mulai musim 2026/2027. Berdasarkan pengamatan media, kebijakan tersebut memicu gelombang kemarahan karena diambil tanpa adanya konsultasi terlebih dahulu dengan pihak suporter resmi klub London tersebut.
Manajemen Chelsea beralasan bahwa penggantian nama merujuk pada pusat latihan legendaris Cobham serta mencerminkan rata-rata usia skuad yang lebih muda dibandingkan para kompetitor di liga. Meskipun tim U-21 sukses memuncaki Premier League 2 musim lalu di bawah arahan pelatih Harry Hudson, kebijakan korporat ini tetap dinilai mencederai nilai historis klub.
Kelompok suporter Not a Project CFC mengeluarkan pernyataan resmi melalui media sosial X untuk mengecam langkah kepemilikan BlueCo yang dianggap menggerus identitas klub secara perlahan. Sebagaimana dilaporkan, mereka menilai nama baru tersebut hampa dan tidak mencerminkan kebanggaan mengenakan lambang klub sejak usia dini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePihak suporter juga mendesak berbagai elemen pendukung lain menyuarakan penolakan serupa terhadap kebijakan manajemen BlueCo yang terus menuai kontroversi sejak mengambil alih klub dari Roman Abramovich pada tahun 2022. Berdasarkan laporan terkini, ancaman aksi demonstrasi kembali disiapkan apabila manajemen mengabaikan aspirasi para pendukung setia.
Akademi Cobham selama ini dikenal sebagai salah satu pabrik talenta terbaik dunia yang telah melahirkan banyak bintang besar seperti John Terry, Reece James, hingga Levi Colwill. Dengan adanya penolakan masif ini, hubungan antara suporter dan jajaran petinggi klub diprediksi bakal kembali memanas di tengah bergulirnya musim kompetisi baru.