Salford RLFC adalah klub semi-profesional rugby league yang berbasis di Salford, Inggris. Tim ini kini memainkan laga kandangnya di CorpAcq Stadium yang terletak di Barton upon Irwell. Klub ini merupakan phoenix club dari Salford Red Devils yang dinyatakan likuidasi pada 2025.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sejarah mencatat, Salford RLFC lahir pada 1873 sebagai Cavendish Football Club, yang didirikan oleh para pemuda dari Cavendish Street Chapel di Hulme, Manchester. Mereka kemudian berganti nama menjadi Salford Football Club pada 1879.
Perjalanan panjang klub ini diwarnai berbagai pencapaian, termasuk enam gelar Liga Champions dan satu trofi Challenge Cup. Namun, nasib buruk sempat menimpa mereka saat harus bergabung dengan Northern Union pada 1896 setelah sebelumnya sempat bertahan di Rugby Football Union.
Era keemasan Salford terjadi pada 1930-an, dengan julukan Les Diables Rouges atau "Red Devils" yang diberikan oleh jurnalis Prancis setelah tur spektakuler mereka ke negara tersebut pada 1934. Julukan ini kemudian diadopsi secara permanen.
Salford juga memiliki hubungan menarik dengan Manchester United. Julukan "Red Devils" yang dipakai Setan Merah terinspirasi dari Salford. Matt Busby menganggap iblis lebih menakutkan daripada "Busby's Babes" setelah tragedi Munich.
Pada era modern, Salford City Reds sempat terpuruk dan terdegradasi dari Super League, namun berhasil kembali setelah memenangkan Grand Final National League One pada 2003. Mereka juga mencatat sejarah dengan menjadi klub pertama yang memainkan pertandingan Super League tanpa try pada 2007.
Sayangnya, masalah keuangan kembali menghantui. Pada 2025, klub dilikuidasi dengan utang mencapai Rp4 miliar. RFL pun mencabut keanggotaan mereka, namun memberi kesempatan kepada entitas baru untuk bergabung.
Tiga konsorsium mengajukan tawaran untuk membentuk klub baru, dan akhirnya Salford RLFC Ltd yang dipimpin mantan pemain Mason Caton-Brown serta pengusaha lokal Malcolm Crompton dan Paul Hancock terpilih. Mereka resmi mendapatkan kembali keanggotaan RFL pada Desember 2025.
Kini, Salford RLFC berkompetisi dengan identitas baru dan bertekad bangkit. Dengan lambang pohon willow dan lima lebah pekerja yang melambangkan semangat kota, klub ini berharap bisa menulis lembaran baru dalam sejarah rugby league Inggris.
Drama finansial dan perjuangan di lapangan menjadikan Salford salah satu klub paling menarik untuk diikuti. Kiprah mereka menunjukkan bahwa sepak bola rugby bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga tentang bertahan hidup dan kebangkitan.