Piala Dunia 2014 merupakan edisi ke-20 dari turnamen sepak bola terakbar antarnegara yang digelar di Brasil pada 12 Juni hingga 13 Juli 2014. Ini menjadi kali kedua Brasil menjadi tuan rumah setelah terakhir menggelar event serupa pada 1950 silam.
Sebanyak 31 tim nasional lolos melalui babak kualifikasi untuk bergabung dengan tuan rumah Brasil di putaran final. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, teknologi garis gawang dan semprotan penghilang untuk tendangan bebas digunakan dalam pertandingan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeJerman keluar sebagai juara dunia untuk keempat kalinya setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 di babak final. Gol tunggal kemenangan Die Mannschaft dicetak oleh Mario Gotze pada menit ke-113 melalui sepakan setengah voli yang indah.
Kemenangan ini membuat Jerman menjadi tim Eropa pertama yang mampu memenangi Piala Dunia yang digelar di benua Amerika. Hasil ini juga memperpanjang rekor tiga gelar beruntun bagi tim Eropa setelah Italia pada 2006 dan Spanyol pada 2010.
Proses Seleksi Venue dan Inovasi Teknologi di Piala Dunia 2014
Tuan rumah Brasil yang merupakan juara Piala Konfederasi 2013 harus puas finis di peringkat keempat setelah kalah telak 1-7 dari Jerman di babak semifinal. Kekalahan ini menjadi salah satu hasil paling mengejutkan dalam sejarah sepak bola Brasil.
Proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2014 dimulai pada Maret 2003 ketika FIFA mengumumkan bahwa turnamen akan digelar di Amerika Selatan. Brasil dan Kolombia menyatakan kandidasi namun setelah Kolombia mundur, Brasil resmi terpilih tanpa lawan pada 30 Oktober 2007.
Sebanyak 12 venue di 12 kota berbeda digunakan untuk menggelar 64 pertandingan di Piala Dunia 2014. Stadion Maracana di Rio de Janeiro menjadi satu-satunya venue yang juga pernah digunakan pada edisi 1950, sementara tujuh stadion lainnya merupakan bangunan baru.
Untuk pertama kalinya di putaran final Piala Dunia, teknologi garis gawang resmi digunakan untuk membantu wasit menentukan sah atau tidaknya sebuah gol. Sistem Goal Control yang dipasang dilengkapi 14 kamera berkecepatan tinggi yang terhubung ke jam tangan wasit.