Meski Gianni Infantino telah menarik wacana kontroversial Piala Dunia 64 tim, gelombang kritik terhadap kepemimpinan FIFA tak kunjung reda. Bahkan Prancis justru menjadi salah satu yang paling vokal dalam menuntut perubahan tata kelola sepak bola dunia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →UEFA melalui pernyataan resmi Sabtu (1/8) memang menyambut baik pencabutan proyek tersebut. Namun di balik itu, mereka kembali melancarkan serangan tajam kepada Infantino. "Kami tidak bisa lagi mentolerir konspirasi rahasia semacam itu, dirancang oleh individu anonim dengan manfaat yang meragukan bagi olahraga ini," demikian bunyi pernyataan UEFA.
Puncaknya, UEFA menyatakan bahwa kepemimpinan FIFA saat ini telah kehilangan kepercayaan, tidak hanya dari UEFA tetapi juga banyak anggota keluarga sepak bola lainnya. Ancaman boikot terhadap kompetisi FIFA seperti Piala Dunia bahkan sempat dikibarkan sebagai alat tekanan.
Di balik sikap keras UEFA tersebut, ada peran penting dari Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Philippe Diallo. Menurut informasi yang dihimpun RMC Sport, Diallo menjadi salah satu penggerak di balik Aleksander Ceferin untuk mengambil sikap frontal terhadap Infantino.
Bagi Diallo, meskipun proyek 64 tim telah gugur, persoalan mendasar tentang kepemimpinan FIFA belum terselesaikan. Ia menilai FIFA tak lagi sepadan dengan kompleksitas tantangan sepak bola modern. "Kartu merah yang dicabut untuk Balogun atas permintaan Donald Trump, proyek 64 tim, hingga berbagai skema keuangan, semua ini membutuhkan evaluasi menyeluruh," tegas Diallo kepada France Inter.
Sikap Prancis dan UEFA ini mendapat angin segar dari dukungan konfederasi lain. Concacaf yang menaungi Amerika Utara dan Karibia secara terang-terangan meminta "penataan ulang total" terhadap kepemimpinan FIFA. Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Asia yang biasanya menjadi basis dukungan utama Infantino, kini juga mulai angkat bicara meminta "transparansi" yang lebih besar.
Situasi ini menciptakan dinamika baru menjelang Kongres FIFA pada Maret mendatang. Infantino yang seharusnya melenggang mulus ke periode keempat karena tak ada lawan, kini terancam mendapat kejutan. UEFA dikabarkan tengah menimbang untuk mengusung calon tandingan, dengan nama Nasser Al-Khelaifi, Presiden PSG, yang kerap disebut sebagai kandidat kuat meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.