Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, melontarkan kritik tajam terhadap rencana FIFA yang ingin menjual saham penyelenggaraan Piala Dunia kepada investor swasta. Dalam surat kepada 47 anggota AFC yang beredar Kamis (30/7), ia menyebut langkah itu sangat tidak bisa diterima.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →FIFA pada Selasa lalu mengumumkan rencana pembentukan anak usaha senilai 20 miliar dolar AS untuk mengelola Piala Dunia dan event-event lainnya. Namun langkah itu dikritik sejumlah konfederasi regional karena mereka tidak dilibatkan sejak awal.
Kami mencatat dengan keprihatinan dan kekecewaan besar bahwa AFC tidak dikonsultasikan oleh FIFA sebelum pengumuman publik proposal ini, tulis Sheikh Salman dalam suratnya. Ia menambahkan bahwa AFC juga belum menerima analisis mendalam terkait tata kelola, keuangan, dan hukum dari rencana tersebut.
Lebih lanjut, Sheikh Salman menyatakan kekhawatirannya bahwa tindakan sepihak FIFA merusak fondasi sepak bola kontinental yang dibangun atas dasar solidaritas, kerja sama, dan transparansi. AFC berkantor pusat di Kuala Lumpur dan menaungi kompetisi klub serta tim nasional di Asia, Timur Tengah, hingga Australia.
Tokoh asal Bahrain itu menegaskan proposal ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua konfederasi. Ia meminta agar rencana tersebut dikaji secara mendalam melalui jalur hukum dan tata kelola yang tepat sebelum diambil keputusan.
Sheikh Salman juga mempertanyakan batas waktu yang diberikan FIFA kepada 211 asosiasi anggota untuk menyetujui proposal. FIFA menjanjikan setiap asosiasi akan menerima 40 juta dolar AS jika menyetujui rencana ini sebelum 19 September. AFC terkejut karena tenggat waktu yang terlalu singkat untuk proposal sebesar ini, ujarnya.
Ia meminta seluruh anggota AFC untuk tidak mengambil keputusan terburu-buru sebelum ada pembahasan lebih lanjut antara AFC dan FIFA. Kami meminta semua anggota menunggu hasil konsultasi dan proses peninjauan yang diperlukan sebelum mengambil sikap, tulis Sheikh Salman.
Di akhir surat, ia memastikan AFC tetap berkomitmen bekerja secara konstruktif dengan seluruh anggota dan pemangku kepentingan. Kami ingin memastikan pertumbuhan sepak bola dibangun di atas fondasi kepercayaan, transparansi, dan persatuan, pungkas presiden AFC tersebut.
Al Jazeera telah berusaha meminta tanggapan dari FIFA atas surat kontroversial ini. Hingga artikel ini diturunkan, belum ada respons resmi dari badan sepak bola dunia tersebut.