Seorang pemain kricket amatir asal Inggris resmi diskors oleh klubnya setelah aksi jentikan jarinya yang viral di media sosial. Pemain yang dijuluki "Clicky Ponting" tersebut diduga sengaja menjentikkan jari untuk meniru suara bola mengenai bat, sehingga mengelabui wasit dan membuat lawan terkena hukuman.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Insiden itu terjadi dalam pertandingan Divisi Dua pada 25 Juli 2026. Saat pelemparan bola meleset dan ditangkap oleh penjaga gawang, pemain tersebut diketahui mengeluarkan suara jentikan yang mirip dengan bunyi bola menyentuh bat. Wasit pun terkecoh dan memberikan keputusan yang merugikan tim lawan.
Video aksi pemain itu kemudian menyebar luas di media sosial dan menjadi sorotan internasional. Banyak penggemar kricket yang mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk kecurangan yang tidak sportif. Saltburn Cricket Club, klub tempat pemain itu bernaung, langsung merespons dengan cepat.
Dalam pernyataan resminya, klub yang dikelola oleh relawan tersebut menyatakan akan menangani tuduhan ini dengan sangat serius. Pemain yang menjadi pusat keluhan telah diskors dan tidak akan bermain lagi untuk klub musim ini atau dalam waktu dekat, menunggu hasil investigasi, demikian bunyi pernyataan klub pada Rabu.
Saltburn juga mengungkapkan bahwa diskusi awal antara pejabat klub dan liga North Yorkshire and South Durham telah dilakukan. Liga sendiri mengaku telah menerima pengaduan resmi terkait insiden dalam pertandingan divisi dua tersebut. Klub menyebut peristiwa ini sebagai pengalaman yang menyedihkan dan menegangkan bagi semua pihak yang terlibat.
Secara historis, kasus serupa pernah terjadi dalam dunia kricket, termasuk di level tertinggi. Pemain disebut pernah mencoba mengelabui wasit dengan suara-suara seperti menggigit biskuit. Bahkan, tuduhan kecurangan juga pernah menimpa kapten Inggris Michael Atherton yang didenda karena menggunakan kotoran pada bola, serta penggunaan tutup botol untuk menggores bola demi membantu pelempar cepat mendapatkan ayunan tambahan.
Saltburn saat ini berada di puncak klasemen Divisi Dua dengan 10 kemenangan dari 15 pertandingan. Skorsing pemain ini menjadi pukulan bagi tim yang berambisi meraih gelar juara. Klub meminta agar batasan pribadi semua pihak dihormati selama proses investigasi berlangsung.
Kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh komunitas kricket tentang pentingnya menjunjung tinggi integritas permainan. Meskipun terjadi di level amatir, dampaknya meluas hingga ke kancah internasional dan mengingatkan bahwa kecurangan tidak akan pernah dibiarkan di mana pun.
Keputusan akhir terkait nasib pemain tersebut akan ditentukan setelah investigasi selesai. Liga dan klub berkomitmen untuk menegakkan aturan secara adil dan transparan. Para penggemar berharap kasus ini segera selesai agar fokus kembali pada pertandingan yang sehat dan kompetitif.
Sementara itu, aksi jentikan jari "Clicky Ponting" tetap menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Banyak netizen yang membuat meme dan komentar satir atas insiden ini, mengingatkan bahwa dalam kricket, terkadang kejadian paling aneh pun bisa menarik perhatian dunia.