Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Profil FFF, Federasi Sepak Bola...
OLAHRAGA

Profil FFF, Federasi Sepak Bola Prancis yang Punya Sejarah Panjang

By Redaksi Kabayan News • 4 min read • 1 Agustus 2026
Logo French Football Federation atau FFF dengan ayam jantan sebagai simbol sepak bola Prancis

Logo French Football Federation atau FFF dengan ayam jantan sebagai simbol sepak bola Prancis

French Football Federation atau yang lebih dikenal dengan FFF merupakan induk organisasi sepak bola di Prancis. Berdiri pada 7 April 1919, federasi ini berbasis di ibu kota Paris dan menjadi salah satu pendiri FIFA serta UEFA.

Sebelum FFF terbentuk, sepak bola dan olahraga lain di Prancis diatur oleh Union des Sociétés Françaises de Sports Athlétiques atau USFSA yang didirikan pada November 1890. USFSA juga menyelenggarakan kejuaraan sepak bola Prancis pertama pada 1894 yang diikuti empat tim dari Paris.

Pada 1900, USFSA mengirim pemain dari Club Français untuk mewakili Prancis di Olimpiade Musim Panas. Lalu pada 1 Mei 1904, USFSA menunjuk tim nasional Prancis pertama. Namun USFSA akhirnya bubar pada 1919 setelah berselisih dengan FIFA.

Pembentukan FFF berawal dari transformasi Comité Français Interfédéral atau CFI menjadi Fédération Française de Football Association pada 7 April 1919. CFI sebelumnya menjadi rival USFSA karena perbedaan pandangan soal profesionalisme dalam olahraga.

Konflik antara CFI dan USFSA memuncak pada Olimpiade 1908 ketika Prancis mengirim dua tim berbeda. CFI kemudian memutuskan bahwa FIFA berhak mengatur penampilan klub di Olimpiade, bukan USFSA. Akibatnya Prancis tidak mengirim tim sepak bola ke Olimpiade 1912.

Jules Rimet tercatat sebagai presiden pertama FFF setelah transformasi CFI. Federasi ini telah berafiliasi dengan FIFA sejak 1907, saat CFI menggantikan USFSA sebagai perwakilan Prancis. Dua tahun kemudian, USFSA resmi bergabung dengan FFF.

Saat ini FFF dipimpin oleh presiden Nöel Le Graët yang terpilih pada 18 Juni 2011. Sebelumnya, Jean-Pierre Escalettes mengundurkan diri pada 2010 dan digantikan Fernand Duchaussoy sebagai presiden interim sebelum akhirnya Le Graët terpilih.

FFF memiliki empat peran utama yakni mengelola sepak bola profesional dan amatir, menyelenggarakan kompetisi, membina tim nasional, serta mengembangkan sepak bola di seluruh wilayah Prancis. Pada 2010, FFF tercatat memiliki lebih dari 2,1 juta lisensi dengan 18 ribu klub terdaftar.

Kompetisi paling bergengsi yang dikelola FFF adalah Coupe de France yang digelar tahunan. Federasi juga mengatur Ligue 1 dan Ligue 2 melalui Ligue de Football Professionnel, serta kompetisi amatir seperti Championnat National dan Championnat de France amateur.

FFF juga mengelola kompetisi sepak bola wanita dengan tiga divisi dan Challenge de France sebagai piala utama. Untuk kelompok usia muda, ada Championnat National U-19 dan U-17, serta Coupe Gambardella dan Coupe Nationale untuk tim U-15 dan U-13.

FFF terbagi menjadi 20 asosiasi regional yang mencakup 18 wilayah Prancis termasuk daerah seberang laut, plus Saint Martin dan Saint Pierre dan Miquelon. Sementara itu, Polinesia Prancis dan Kaledonia Baru menjadi anggota FIFA sendiri dan tidak berada di bawah FFF.

Federasi ini mengoperasikan 14 akademi elite di seluruh Prancis, dengan INF Clairefontaine sebagai yang paling terkenal. Akademi yang didirikan oleh presiden FFF Fernand Sastre pada 1976 ini telah melahirkan banyak bintang seperti Thierry Henry, Nicolas Anelka, Louis Saha, dan William Gallas.

Proses seleksi akademi dimulai pada Oktober ketika calon pemain berusia 12 tahun. Mereka mendaftar melalui klub masing-masing untuk mengikuti seleksi di tingkat distrik. Peserta terbaik lalu menjalani uji coba selama tiga hari di akademi regional untuk dipilih maksimal 22 pemain.

Pemain yang terpilih menjalani latihan dari Senin hingga Jumat dan pulang ke rumah pada akhir pekan untuk bermain bersama klub asal. Mereka juga harus memenuhi kriteria pendidikan dengan bersekolah di Collège Catherine de Vivonne de Rambouilet dan kemudian melanjutkan ke Lycée Louis Bascan de Rambouillet.

FFF juga berpartisipasi dalam FIFAe World Cup untuk game FIFA, Rocket League, dan eFootball. Tim Rocket League Prancis yang berisi Alexis "zen" Bernier, Axel "Vatira" Touret, Charles "juicy" Sabiani dan pelatih Victor "Ferra" Francal berhasil menjadi juara dunia 2025 setelah mengalahkan Saudi Arabia 4-2 di final.

FFF pernah mengajukan keluhan ke FIFA terkait komentar rasis yang dilontarkan pemain Argentina usai kemenangan Copa America. Enzo Fernández memposting video berisi nyanyian rasis terhadap pemain Prancis keturunan Afrika. Wesley Fofana dan Philippe Diallo mengecam keras insiden tersebut.

Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya telah berkomitmen untuk menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap rasisme. Kasus ini menjadi sorotan internasional dan menunjukkan komitmen FFF dalam memberantas diskriminasi di sepak bola.

Topics
fff french football federation federasi sepak bola prancis sejarah fff jules rimet clairefontaine ligue 1 coupe de france tim nasional prancis fifae world cup
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.