Karl-Heinz Riedle, striker legendaris asal Jerman, dikenal sebagai pahlawan Borussia Dortmund berkat dua golnya ke gawang Juventus di final Liga Champions 1997. Pria kelahiran Weiler im Allgäu, 16 September 1965 ini dijuluki "Air" karena keahliannya dalam menyundul bola meski tidak memiliki postur yang tinggi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Riedle memulai karier seniornya di FC Augsburg dan menjadi top skor klub pada musim 1985-1986 dengan 20 gol. Performanya menarik perhatian SpVgg Blau-Weiß 1890 Berlin yang memboyongnya ke Bundesliga dengan biaya transfer 33.000 Deutsche Mark. Debutnya di liga pada 9 Agustus 1986 langsung diwarnai gol meski timnya kalah 4-1 dari Kaiserslautern.
Setelah timnya degradasi, Riedle justru direkrut Werder Bremen yang dilatih Otto Rehhagel. Pada musim pertamanya di Bremen, ia mencetak 18 gol di Bundesliga (terbanyak kedua setelah Jurgen Klinsmann) dan membantu klub meraih gelar juara. Selama tiga musim di Bremen, ia total mengemas 58 gol di semua kompetisi.
Pada musim panas 1990, Riedle pindah ke Lazio di Italia dengan nilai transfer 13 juta Deutsche Mark. Bersama klub asal Roma tersebut, ia tidak meraih trofi apapun. Musim terbaiknya di Serie A terjadi pada 1991-1992 dengan 13 gol dalam 29 penampilan, di mana ia berbagi tim dengan rekannya sesama Jerman, Thomas Doll.
Riedle kembali ke Jerman pada 1993 untuk bergabung dengan Borussia Dortmund. Meski tidak lagi mencetak gol dalam jumlah besar, ia menjadi bagian penting dalam kesuksesan Dortmund meraih gelar Bundesliga pada 1995 dan 1996. Puncak kariernya terjadi pada musim 1996-1997 ketika ia mencetak dua gol di final Liga Champions melawan Juventus.
Final Liga Champions 1997 di Munich menjadi momen terbaik Riedle. Ia mencetak dua gol pada babak pertama untuk membawa Dortmund unggul 2-0, sebelum akhirnya menang 3-1 atas Juventus yang saat itu dijuluki "Tim Impian". Gol pertamanya tercipta dari sundulan setelah menerima umpan silang, sementara gol kedua lahir dari tembakan jarak dekat.
Pada 1997, Riedle hijrah ke Liverpool di Premier League. Namun ia jarang mendapat menit bermain di Anfield, terutama setelah kehadiran Michael Owen yang masih berusia 18 tahun. Pada September 1999, ia pindah ke Fulham dan sempat menjadi caretaker manager bersama Roy Evans setelah pemecatan Paul Bracewell.
Riedle mengumumkan pensiun setelah membantu Fulham promosi ke Premier League pada akhir musim 2000-2001. Di level internasional, ia menjadi bagian dari skuat Jerman yang memenangkan Piala Dunia 1990 di Italia. Salah satu penampilan terbaiknya terjadi di semifinal Euro 1992 melawan Swedia, di mana ia mencetak dua gol dalam kemenangan 3-2.
Secara total, Riedle mengoleksi 42 caps untuk timnas Jerman dengan 16 gol. Setelah pensiun, ia mengelola hotel dan akademi sepak bola di Oberstaufen. Pada 2014, UEFA menunjuknya sebagai duta final Liga Champions yang digelar di Berlin, dan kembali dipercaya sebagai duta Borussia Dortmund pada final 2024 bersama legenda Real Madrid, Zinedine Zidane.