Kees Rijvers, legenda sepak bola Belanda yang menjadi pelopor pemain profesional di negaranya, tutup usia pada 4 Maret 2024 di usia 97 tahun. Pria bernama lengkap Cornelis Bernardus Rijvers ini dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik Belanda pada era 1940-an hingga 1950-an.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Rijvers memulai karier di NAC Breda sebelum merantau ke Prancis untuk membela AS Saint-Étienne dan Stade Français. Ia juga sempat memperkuat Feijenoord di akhir kariernya. Pada 1950, ia menjadi salah satu pemain Belanda pertama yang bermain secara profesional setelah pindah ke Saint-Étienne.
Langkah Rijvers menjadi pemain profesional mendapat tentangan dari KNVB. Federasi sepak bola Belanda saat itu melarang pemain profesional memperkuat tim nasional. Akibatnya, Rijvers harus menunggu hingga 1957 untuk kembali bermain di timnas setelah suspensi selama tujuh tahun.
Bersama Faas Wilkes dan Abe Lenstra, Rijvers membentuk trio legendaris yang dijuluki "Gouden Binnentrio" atau Tiga Emas Dalam. Meski hanya bermain bersama dalam sepuluh pertandingan, ketiganya berhasil mencetak 23 gol untuk timnas Belanda. Trio ini menjadi ikon sepak bola Belanda pada era tersebut.
Rijvers juga tercatat sebagai salah satu pemain yang tampil dalam Watersnoodwedstrijd pada 12 Maret 1953. Pertandingan amal di Parc des Princes, Paris ini digelar untuk mengumpulkan dana bagi korban banjir laut Utara yang melanda Belanda. Meski KNVB melarang pertandingan tersebut, Pangeran Bernhard turun tangan agar laga tetap berlangsung.
Setelah kematian Marcelino Campanal pada Mei 2020, Rijvers menjadi pemain terakhir yang masih hidup yang pernah menerima setidaknya satu suara dalam edisi perdana Ballon d'Or pada 1956. Ia juga menjadi pemain Belanda pertama yang meraih prestasi tersebut.
Sebagai pelatih, Rijvers memulai kariernya di FC Twente selama enam tahun dengan hasil yang cukup baik. Pada 1972, ia pindah ke PSV Eindhoven dan membawa klub tersebut meraih kesuksesan besar. Puncaknya adalah kemenangan di Piala UEFA 1977-1978 serta tiga gelar Eredivisie pada 1975, 1976, dan 1978.
Setelah meninggalkan PSV dan sempat melatih Beringen di Belgia, Rijvers ditunjuk sebagai pelatih timnas Belanda pada Februari 1981. Ia memperkenalkan pemain-pemain muda berbakat seperti Ronald Koeman, Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco van Basten ke tim utama.
Meski gagal membawa Belanda lolos ke Piala Dunia 1982 dan Euro 1984, Rijvers tetap dikenang sebagai pelatih yang berani memberikan kesempatan kepada generasi emas Belanda. Ia mengundurkan diri pada November 1984 setelah Belanda kalah dari Hungaria di kandang pada kualifikasi Piala Dunia 1986.
Erik ten Hag, pelatih Manchester United, pernah menyebut Rijvers sebagai salah satu pelatih yang menginspirasi karier kepelatihannya. Pada Mei 2016, cucu Rijvers, Antje Veld, menerbitkan biografi tentang kakeknya yang menjadi saksi perjalanan panjang sang legenda di dunia sepak bola.