Mantan kapten Manchester United, Roy Keane, yang selama ini dikenal luas karena gaya komentarnya yang keras dan tanpa basa-basi, menunjukkan sisi yang sangat berbeda baru-baru ini. Berdasarkan pantauan redaksi, Keane memberikan pujian yang sangat luar biasa dan penuh rasa hormat kepada megabintang Argentina, Lionel Messi, setelah sang pemain menunjukkan kelasnya dalam laga semifinal melawan Inggris.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam pertandingan sengit tersebut, Lionel Messi kembali membuktikan kapasitasnya sebagai pembeda. Pemain berusia 39 tahun itu tercatat menjadi pemain pertama sejak 1966 yang sukses melakukan sembilan dribel sukses serta memberikan dua assist dalam satu pertandingan fase gugur Piala Dunia. Argentina pun berhasil mengamankan tiket ke partai final menyusul kemenangan krusial berkat gol-gol larut dari Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.
Menurut Roy Keane dalam episode terbaru program "The Overlap" bersama Gary Neville dan Ian Wright, kejeniusan Lionel Messi tidak hanya terlihat dari dribel atau golnya, melainkan juga kemampuannya membaca situasi pertandingan dengan sangat cerdas. "Dia adalah seorang jenius. Kita semua pernah bermain sepak bola di level yang cukup bagus, tapi pria ini... Saya hanya bisa duduk santai dan berpikir betapa luar biasanya dia," ungkap Keane.
Keane secara khusus menyoroti akurasi umpan silang Lionel Messi yang menjadi kunci saat para pemain Inggris mencoba menutup ruang geraknya. "Semua orang berbicara tentang cara menghentikan Messi. Hari ini, setiap kali dia mendapatkan bola, mereka mengerumuninya, jadi dia berpikir untuk mencari ruang sedikit saja dan melepaskan umpan silang. Dia tidak mencoba melewati tiga atau empat pemain setiap saat. Dia tahu cara membaca situasi," tambah Keane.
Dari pengamatan tim redaksi, gaya bermain Lionel Messi di atas lapangan belakangan ini memang cukup unik karena ia lebih banyak berjalan kaki untuk menghemat energi. Berdasarkan data statistik yang diungkapkan oleh pakar sepak bola Spanyol, Guillem Balague, Messi rata-rata hanya menempuh jarak sekitar 6,6 kilometer per pertandingan sepanjang turnamen ini, di mana 62 persen dari jarak tersebut ditempuh dengan berjalan kaki.
Meskipun intensitas larinya berkurang, efektivitas Lionel Messi di atas lapangan tetap tidak tertandingi. Guillem Balague bahkan meyakini bahwa dengan gaya bermain yang efisien seperti ini, sang kapten Argentina masih sangat berpotensi untuk tampil di turnamen edisi berikutnya pada tahun 2030 mendatang demi mengukir rekor baru dalam sejarah sepak bola dunia.