Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) resmi menjatuhkan dakwaan terhadap manajer Southampton Tonda Eckert terkait skandal mata-matai atau "spygate" yang memicu pencoretan klubnya dari babak playoff Championship musim lalu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kontroversi besar yang menggegerkan sepak bola Inggris tersebut mengemuka setelah manajemen Southampton mengakui telah mengintai latihan Middlesbrough menjelang laga semifinal playoff pada Mei lalu. Tak hanya itu, pihak klub juga kedapatan mengamati sesi latihan dua tim Championship lainnya, yakni Ipswich Town dan Oxford United.
Buntut dari aksi ilegal tersebut, Southampton langsung didiskualifikasi dari partai final playoff Championship melawan Hull City, meski sebelumnya sempat menundukkan Middlesbrough. Selain dicoret dari perebutan tiket promosi, Southampton juga diganjar sanksi pengurangan empat poin untuk mengarungi kompetisi musim 2026-2027.
FA menegaskan bahwa Eckert disangkakan telah melanggar aturan etik federasi dalam durasi beberapa bulan. "Tonda Eckert didakwa dengan tiga pelanggaran aturan FA E3.1 terkait perilaku tidak pantas antara Desember 2025 dan Mei 2026," bunyi pernyataan resmi FA pada Rabu.
Pihak otoritas menilai sang pelatih kepala bertindak tidak patut serta mencoreng reputasi sepak bola dengan mengarahkan sekaligus mengizinkan pengintaian latihan tim lawan menjelang pertandingan resmi.
Menanggapi dakwaan tersebut, kubu Southampton menyatakan komitmennya untuk bersikap kooperatif. "Klub akan bekerja sama secara penuh dan terbuka dengan FA. Kami tetap memberikan dukungan penuh kepada Tonda beserta jajaran stafnya demi meraih ambisi kembali ke Premier League," ungkap pihak klub.
Berdasarkan temuan panel independen, sejumlah staf junior di Southampton mengaku mendapat tekanan untuk menjalankan aksi mata-matai sesuai instruksi Eckert dan tim pelatih senior. Eckert sendiri diberi batas waktu hingga Selasa pekan depan untuk menyampaikan tanggapan resminya.