Keputusan mengejutkan diambil oleh Mohamed Salah yang memilih melanjutkan karier bersama klub Liga Turki Trabzonspor pada bursa transfer musim panas 2026. Trabzonspor resmi mengonfirmasi perekrutan penyerang asal Mesir tersebut dengan ikatan kontrak berdurasi dua musim dan gaji bernilai fantastis.
Ribuan suporter menyambut meriah kedatangan Salah di Kota Trabzon, namun respons kontras justru datang dari kancah internasional dan media sosial. Sejumlah pengamat sepak bola mempertanyakan alasan sang pemain bergabung dengan klub Turki alih-alih bertahan di liga elite Eropa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBanyak pihak menilai kualitas Salah belum habis menyusul performa gemilangnya bersama Liverpool musim lalu. Ia sukses membukukan 29 gol dan 18 assist di Liga Inggris serta memborong tiga penghargaan bergengsi sekaligus.
Batas kemampuan pemain berusia 34 tahun itu sejatinya masih diakui layak merumput bersama klub raksasa Serie A seperti AC Milan atau Juventus. Pilihan merapat ke Trabzonspor yang finis di posisi ketiga musim lalu memunculkan beragam spekulasi publik.
Kritik Pedas Jamie Carragher dan Sindiran Klub Arab Saudi
Kendati demikian, Trabzonspor menawarkan peran sentral dalam proyek tim serta kesempatan tampil di babak kualifikasi Liga Europa. Tantangan baru ini menjadi ujian tersendiri bagi sang penyerang untuk membuktikan ketajamannya di panggung sepak bola Turki.
Kritik tajam terhadap pilihan karier Mohamed Salah datang dari mantan bek Liverpool Jamie Carragher. Ia merasa terkejut dan menilai Liga Turki berada di bawah level yang seharusnya bagi pemain sekelas Salah.
Carragher menyatakan kualitas sang penyerang masih sangat mumpuni untuk bersaing di klub-klub elite Eropa. Meski memuji mentalitas dan ambisi gol Salah yang mirip Cristiano Ronaldo, ia menyayangkan keputusan pindah ke Trabzonspor.
Sindiran lain turut dilayangkan oleh pemilik klub Al Kholood Ben Harburg melalui media sosial. Harburg menyindir keputusan Salah memilih liga tersebut dengan menyebut Saudi Pro League bukan tempat bagi pemain yang ingin menjalani masa pensiun.