Dunia sepak bola Italia kembali berduka. Legenda AC Milan, Franco Baresi, telah berpulang pada Jumat (31/7) di usia 66 tahun setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Kabar duka ini sontak memicu banjir ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan, termasuk dari mantan rekan setimnya, George Weah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Weah, yang hingga kini masih tercatat sebagai satu-satunya pemain asal Afrika yang meraih Ballon d'Or, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam melalui pernyataan resmi di akun X pribadinya. Ia mengenang Baresi bukan hanya sebagai rekan satu tim, tetapi juga sebagai "kakak" yang membantunya beradaptasi saat pertama kali tiba di San Siro pada akhir tahun 1990-an.
"Saya sangat berduka mendengar kepergian mantan rekan setim saya di AC Milan dan kakak besar, Franco Baresi, yang kalah dalam perjuangannya melawan penyakit berkepanjangan pada 31 Juli," tulis Weah dalam pernyataannya. "Bimbingannya sangat penting dalam membantu saya menyesuaikan diri. Dia adalah sosok yang menjulang dan menjadi pusat di lini pertahanan tim yang berkontribusi pada berbagai kemenangan juara kami."
Weah dan Baresi menghabiskan lima musim bersama di Milan antara 1995 hingga 2000. Duet mereka berhasil mengantarkan I Rossoneri meraih dua scudetto Serie A pada musim 1995-96 dan 1998-99, masing-masing di bawah asuhan Fabio Capello dan Alberto Zaccheroni.
Bagi Weah, kepergian Baresi adalah kehilangan yang tak tergantikan, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh keluarga besar AC Milan. "Kepergian yang tidak menguntungkan ini adalah kehilangan yang tak tergantikan bagi keluarganya dan bagi AC Milan. Saya menyampaikan simpati terdalam saya kepada orang-orang tercintanya dan klub," lanjut Weah.
Franco Baresi sendiri adalah salah satu bek terbaik dalam sejarah sepak bola. Selama 20 tahun karier profesionalnya, ia membela AC Milan dengan setia, menjadi kapten dan ikon klub yang mengoleksi berbagai gelar bergengsi, termasuk enam Scudetto dan tiga Liga Champions.
Rencananya, pemakaman Baresi akan digelar di kota Milan pada Selasa mendatang. Upacara tersebut diprediksi akan dihadiri oleh mantan rekan setim, kolega, dan ribuan suporter yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada sang kapten legendaris. Ucapan belasungkawa juga terus mengalir dari berbagai penjuru dunia, membuktikan betapa besarnya pengaruh Baresi di dunia sepak bola global.
Bagi Weah, yang kini menjabat sebagai Presiden Liberia, momen ini menjadi pengingat akan ikatan kuat yang terjalin di lapangan hijau. "Semoga mereka menemukan penghiburan di dalam Tuhan selama masa sulit ini," pungkas Weah, mengakhiri penghormatannya untuk sang legenda.