Dunia sepak bola Italia tengah berduka. Franco Baresi, legenda AC Milan dan tim nasional Italia, meninggal dunia pada Jumat (1/8) di usia 66 tahun. Kepergiannya menyisakan luka mendalam bagi pecinta olahraga di Negeri Pizza, terutama para penggemar Rossoneri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Tiga koran olahraga terbesar di Italia, La Gazzetta dello Sport, Corriere dello Sport, dan Tuttosport, kompak memberikan halaman depan penuh untuk mengenang sang kapten. La Gazzetta menyebut Baresi sebagai raksasa dan menampilkan foto ikoniknya saat mengangkat trofi Piala Eropa dengan judul utama Mio Capitano, kenangan tentang bocah yang dijuluki il Piscinin yang tumbuh menjadi pemenang segala gelar.
Koran tersebut juga mengenang kesetiaan Baresi yang tetap bertahan di Milan bahkan saat klub terdegradasi ke Serie B. Sebuah kesetiaan yang langka di era modern ini, menjadikannya simbol abadi bagi klub sekota dengan Inter Milan itu.
Corriere dello Sport mengusung judul 6 per sempre, merujuk pada nomor punggung 6 yang sudah dipensiunkan oleh Milan sebagai bentuk penghormatan. Di bawah tajuk Addio capitano, koran tersebut menyebut Baresi sebagai elegan yang menjadi legenda dan melaporkan bahwa sepak bola Italia menangis kehilangan detak jantungnya.
Penghormatan juga datang dari Alessandro Costacurta, mitra duet pertahanan Baresi selama bertahun-tahun. Ia mengenang bagaimana Baresi memimpin melalui sikap dan teladannya, bukan sekadar kata-kata. Rekan setim dan pelatih lainnya seperti Fabio Capello, Christian Panucci, dan Gianni Rivera juga memberikan kesaksian mereka di kolom-kolom khusus.
Tuttosport dari Turin memilih judul sederhana namun kuat: Un capitano, dengan mencantumkan tahun 1960-2026 dan foto Baresi bersama trofi Piala Eropa. Mereka tidak hanya menyorot trofi, tetapi juga momen-momen kemanusiaan yang mendefinisikan karakternya, seperti tangisan haru di final Piala Dunia 1994 di Pasadena dan 39 bunga mawar merah yang ia tabur untuk mengenang korban tragedi Heysel.
Rencana pemakaman Baresi telah diumumkan. Jenazah akan disemayamkan di Basilica of Sant'Ambrogio, Milan, pada Selasa (4/8) pukul 11.00 waktu setempat. Skuad Milan dipastikan tidak bisa hadir karena sedang menjalani tur pramusim di luar negeri.
Sebagai bentuk penghormatan nasional, Presiden FIGC Giovanni Malagò memerintahkan pengadaan hening cipta selama satu menit sebelum setiap pertandingan persahabatan yang berlangsung di Italia pada akhir pekan ini. Seluruh negeri tampak larut dalam kesedihan mendalam.