AC Milan, atau lengkapnya Associazione Calcio Milan, adalah salah satu raksasa sepak bola dunia yang bermarkas di kota mode, Milan, Italia. Klub yang didirikan pada 1899 oleh ekspatriat Inggris Herbert Kilpin ini telah menghabiskan hampir seluruh sejarahnya di kasta tertinggi Serie A, kecuali dua musim di awal 1980-an akibat skandal Totonero.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Julukan Rossoneri yang berarti "merah-hitam" terinspirasi dari filosofi Kilpin: merah melambangkan api semangat pemain, sedangkan hitam adalah ketakutan yang akan ditimbulkan bagi lawan. Motto legendarisnya berbunyi "Saremo una squadra di diavoli" yang berarti "Kami akan menjadi tim setan", hingga kini masih melekat kuat pada identitas klub.
San Siro menjadi markas kebanggaan Milan sejak 1926. Stadion yang dibangun atas inisiatif presiden kedua klub, Piero Pirelli, ini berkapasitas lebih dari 75 ribu penonton dan sejak 1947 digunakan bersama dengan Inter Milan. Nama resmi stadion ini sebenarnya adalah Stadio Giuseppe Meazza, tetapi lebih populer dengan sebutan San Siro.
Era keemasan Milan dimulai pada 1950-an dengan kehadiran trio Swedia Gre-No-Li, yakni Gunnar Gren, Gunnar Nordahl, dan Nils Liedholm. Mereka membawa Milan meraih empat scudetto dalam dekade tersebut. Puncak prestasi internasional pertama datang pada 1963 saat Milan menjuarai Piala Eropa untuk pertama kali setelah mengalahkan Benfica di final.
Namun, periode paling gemilang terjadi di bawah kepemilikan Silvio Berlusconi yang membeli klub pada 1986. Bersama pelatih Arrigo Sacchi dan kemudian Fabio Capello, Milan mendominasi sepak bola Eropa dengan deretan pemain bintang seperti Marco van Basten, Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Franco Baresi, dan Paolo Maldini. Tim ini dijuluki "The Immortals" dan berhasil meraih 29 trofi selama era Berlusconi.
Salah satu pencapaian luar biasa Milan adalah catatan tak terkalahkan selama 58 pertandingan Serie A antara 1991 hingga 1993, sebuah rekor yang masih bertahan hingga kini. Musim 1991-92 menjadi musim bersejarah karena Milan menjadi tim pertama yang memenangkan Serie A tanpa sekalipun kalah.
Di pentas Eropa, Milan adalah klub Italia paling sukses dengan 7 gelar Liga Champions, hanya kalah dari Real Madrid. Trofi terakhir di kompetisi elit Eropa diraih pada 2007 saat mengalahkan Liverpool di final Athena, membalas dendam atas kekalahan dramatis dua tahun sebelumnya di Istanbul.
Rivalitas terbesar Milan adalah dengan tetangga sekota, Inter Milan, dalam Derby della Madonnina. Laga ini selalu menyajikan tensi tinggi dan menjadi salah satu derbi paling dinanti di dunia. Selain itu, persaingan dengan Juventus juga tak kalah sengit, terutama karena kedua klub adalah yang paling sukses di Italia.
Setelah era Berlusconi berakhir, Milan sempat terpuruk dan berganti kepemilikan beberapa kali, termasuk ke tangan investor China dan dana lindung asal Amerika, Elliott Management. Namun, kebangkitan terjadi pada musim 2021-22 ketika Milan berhasil meraih scudetto ke-19 di bawah asuhan Stefano Pioli, mengakhiri puasa gelar Serie A selama 11 tahun.
Memasuki musim 2025-26, Milan kembali mengalami perubahan besar. Setelah gagal lolos ke Liga Champions, klub melakukan reorganisasi dengan menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih kepala pada Juni 2026. Meski demikian, warisan kejayaan Milan sebagai salah satu klub terbesar dunia tetap tak tergoyahkan.