Studi terbaru mengenai mekanisme interaksi sel imun pada pasien tumor otak memicu terobosan penting dalam dunia medis global. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, riset kolaborasi antara Sungkyunkwan University dan Seoul National University College of Medicine membuktikan bahwa urutan interaksi sel imun dengan sel kanker glioblastoma memberikan dampak krusial terhadap tingkat keberhasilan pengobatan.
Glioblastoma dikenal sebagai salah satu jenis tumor otak paling mematikan karena memiliki lingkungan mikro yang sangat menekan sistem kekebalan tubuh. Sebagaimana dilaporkan dalam jurnal Neuro-Oncology, infiltrasi sel mikroglia membuat sel pembunuh alami atau NK cells kesulitan menembus jaringan tumor sehingga menurunkan efektivitas terapi konvensional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan dari tim peneliti, pengembangan platform mikrofluidika multi-inlet memungkinkan ilmuwan mengontrol waktu serta urutan masuknya sel ke dalam model tumor tiga dimensi. Dari analisis Kabayan News, eksperimen menunjukkan bahwa kehadiran mikroglia terlebih dahulu memicu sinyal STAT3 yang menghambat pergerakan NK cells dan memicu pertumbuhan tumor.
Sebaliknya, kondisi berbeda terjadi ketika NK cells berinteraksi lebih awal dengan sel kanker. Faktor pengaktif kekebalan tubuh bernama IL12A terbukti meningkat secara signifikan dan menghasilkan penekanan pertumbuhan tumor secara berkelanjutan, meskipun komposisi sel yang digunakan sama persis.
"Kami senang dapat menguraikan interaksi temporal antara sel imun di dalam jaringan tumor menggunakan teknologi rekayasa yang sebelumnya sulit diamati melalui model hewan," ujar Professor Sungsu Park.
Lebih lanjut, kombinasi inhibitor STAT3 WP1066 bersama temozolomide terbukti mampu mendongkrak infiltrasi NK cells ke dalam tumor serta meningkatkan kematian sel kanker secara sinergis. Teknologi berbasis platform ini kini telah dikomersialisasikan oleh ORGANOPlus Inc. dengan nama CANORGAN guna mendukung pengembangan pengobatan presisi di masa depan.