Aksi nekat dilakukan oleh pasangan suami istri berinisial AT (29) dan DL (32) di Magelang. Keduanya kompak melancarkan aksi pencurian kambing di 14 tempat kejadian perkara (TKP) yang tersebar di empat kecamatan, yakni Dukun, Mungkid, Srumbung, dan Muntilan sejak tahun 2025 lalu.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, pasangan ini kini telah ditahan di Rutan Polresta Magelang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sejumlah barang bukti berupa sepeda motor, tang, karung, tali rafia, hingga kambing hasil curian berhasil diamankan petugas kepolisian.
Wakasat Reskrim Polresta Magelang, AKP Toyib Riyanto, menjelaskan bahwa kedua tersangka memiliki pembagian tugas yang rapi saat beraksi. Menurut Toyib, sang suami bertugas sebagai eksekutor yang mengambil kambing di kandang, sementara sang istri berperan menjemput di titik yang telah disepakati sebelumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Berdua. Karena yang laki-laki tugasnya adalah eksekusi, pengambil. Kemudian perempuan nanti tugasnya adalah menjemput di titik yang nanti sudah disepakati," ujar Toyib saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (21/8/2026).
Lebih lanjut, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa pelaku sering beraksi tanpa alat penerang untuk menghindari pantauan warga. Hasil dari kejahatan tersebut diakui tersangka digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mengingat sang suami bekerja serabutan dan sang istri merupakan ibu rumah tangga.
Kasus ini awalnya mencuat setelah warga Desa Sumber, Kecamatan Dukun, mengeluhkan hilangnya hewan ternak mereka pada Selasa (11/8). Setelah dilakukan penyelidikan intensif, Unit Reskrim Polsek Dukun akhirnya berhasil membekuk pasutri tersebut di rumah mereka di wilayah Banyubiru, Kamis (20/8) dini hari.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya peternak di area yang jauh dari permukiman, untuk meningkatkan kewaspadaan. Toyib menyarankan agar pemilik kandang memperketat sistem keamanan, seperti memasang CCTV untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.