Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq, tidak hanya mengejutkan publik secara luas, tetapi juga memicu respons kritis dari kalangan mahasiswa di lingkungan kampus.
Di tengah kabar penangkapan pimpinan tertinggi perguruan tinggi tersebut, para mahasiswa turut menyoroti berbagai persoalan internal kampus, terutama terkait fasilitas penunjang kegiatan belajar yang dinilai masih belum memadai bagi ribuan mahasiswa.
Salah seorang mahasiswi Unsoed asal Fakultas Pertanian, Nayla, mengungkapkan keterkejutannya saat mengetahui kabar penangkapan sang rektor yang kini telah menjadi perbincangan hangat di ruang-ruang kelas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana diberitakan oleh media, ia menyampaikan kekecewaannya atas kontras antara kondisi kepemimpinan kampus dan realitas fasilitas harian yang dirasakan oleh para mahasiswa setiap harinya.
"Udah ada info pembicaraan di kelas soal hal tersebut, kecewa juga dengan kondisi tersebut. Apalagi soal fasilitas karena mahasiswa banyak tapi fasilitas kurang," ujarnya, mengutip laporan dari TribunBanyumas.com.
Kendati institusi yang mereka banggakan tengah diguncang badai kasus hukum menyusul operasi senyap yang dilakukan tim anti rasuah di Purwokerto dan Jakarta, aktivitas perkuliahan terpantau tetap berjalan secara normal.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Jumat (21/8/2026), suasana di sekitar gerbang utama kampus tampak relatif lengang tanpa adanya pengamanan khusus, sementara para mahasiswa tetap lalu-lalang menjalani rutinitas akademik seperti biasa.