Proyek renovasi Schuman Square yang terletak di jantung kawasan Uni Eropa, Brussels, menuai kritik tajam dari berbagai kalangan dan dijuluki sebagai wajan terbesar di Eropa akibat mangkraknya pembangunan kanopi baja.
Berdasarkan pengamatan redaksi detik.com, ruang publik yang semula digadang-gadang menjadi agora perkotaan hijau kini berubah menjadi hamparan beton luas tanpa keteduhan memadai setelah desain utamanya dibatalkan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Schuman Square adalah kartu nama Brussels sekaligus simbol Eropa," ujar Pascal Smet selaku mantan menteri mobilitas Brussels yang pertama kali mencetuskan proyek tersebut pada tahun 2015.
Mengutip laporan The Guardian, pembatalan kanopi beratap hijau itu dipicu oleh pembengkakan anggaran akibat inflasi pascapandemi serta krisis politik berkepanjangan di tingkat pemerintahan Belgia.
Pemerintahan baru Brussels akhirnya memutuskan untuk membatalkan struktur kanopi mahal tersebut dan berencana menggantinya dengan opsi yang lebih ramah lingkungan serta ekonomis dalam waktu dekat.
Meski menuai gelombang protes serta petisi dari ribuan warga, pemerintah setempat berkomitmen untuk merampungkan penataan ulang kawasan strategis itu sepenuhnya pada musim panas tahun 2028.