Siswi berusia 12 tahun meninggal dunia di rumah sakit setelah menderita luka kritis akibat penembakan brutal di Debsirin Nonthaburi School, Nonthaburi, Thailand. Berdasarkan pengamatan redaksi Kabayan News, insiden memilukan ini bermula ketika remaja berusia 14 tahun melepaskan tembakan membabi buta di lingkungan sekolah dan kediaman keluarganya.
Kementerian Kesehatan Thailand melaporkan korban jiwa kini bertambah menjadi sedikitnya delapan orang menyusul kepergian siswi kelas tujuh tersebut. Sebelum mengembuskan napas terakhir, pihak sekolah sempat memohon bantuan donor darah melalui media sosial demi menyelamatkan nyawa korban yang berada dalam kondisi kritis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis awak media Kabayan News, pelaku penembakan melancarkan aksinya menggunakan senjata api berukuran kecil milik sang kakek. Sebelum mendatangi sekolah, pelaku dilaporkan lebih dulu menghabisi nyawa kakek dan neneknya di rumah keluarga mereka di luar Bangkok.
Selain korban tewas, belasan orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka tembak yang sebagian besar mengenai area vital seperti dada dan kepala. Pihak berwenang mencatat sebagian besar korban luka merupakan remaja seusia sekolah menengah berusia antara 12 hingga 14 tahun.
Menanggapi tragedi kemanusiaan ini, Debsirin Nonthaburi School memutuskan meliburkan seluruh kegiatan belajar mengajar secara tatap muka hingga beberapa hari ke depan. Sementara itu, warga setempat mulai berdatangan ke gerbang sekolah untuk meletakkan karangan bunga sebagai bentuk belasungkawa mendalam atas insiden kelam tersebut.