Sebagaimana diwartakan oleh media Correio Braziliense, populasi amfibi di kawasan cagar alam Mata Atlântica, Brasil, mengalami ancaman serius setelah para peneliti menemukan bukti adanya wabah virus mematikan yang menyerang satwa tersebut.
Berdasarkan laporan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Biodiversity and Conservation, wabah ranavirose ini telah memicu penurunan populasi perereca-macaco atau Phyllomedusa distincta hingga 83 persen di sebuah wilayah konservasi di Santa Catarina.
Mengutip keterangan dari tim peneliti, infeksi virus tersebut menyerang fase berudu secara masif dan merusak organ-organ vital seperti hati, dengan gejala klinis berupa pembengkakan perut hingga pendarahan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAline Fonseca, peneliti yang memimpin analisis jaringan tersebut, menjelaskan bahwa "ini adalah pertama kalinya ranavirose terbukti secara laboratorium sebagai penyebab kematian massal pada spesies amfibi asli di kawasan ini".
Selain faktor patogen, penelitian juga mencatat bahwa kondisi cuaca kering dengan tingkat kelembapan udara yang rendah turut memperparah risiko penyebaran wabah serta memperlemah sistem kekebalan tubuh amfibi.