Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menyebut transformasi Bandara Douw Aturure di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, sebagai simbol harapan bagi pembangunan wilayah yang lebih baik di Tanah Papua. Pernyataan itu disampaikan usai mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke daerah tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →"Hari ini tanggal 20 April 2026 saya Wakil Menteri Dalam Negeri, merasa bersukacita sekali karena apa yang kami impikan pada saat itu, yakni memperpanjang Bandara Douw Aturure untuk didarati oleh pesawat Boeing, semuanya sudah terwujud. Hari ini pesawat Wakil Presiden Republik Indonesia mendarat di Bandara Douw Aturure," ujar Ribka dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/4).
Ribka yang pernah menjabat sebagai Penjabat Gubernur di Papua Tengah mengaku memiliki kenangan mendalam dengan bandara tersebut. Ia bahkan mengenang momen haru saat pertama kali bertugas di wilayah itu. "Pada saat saya pertama di sini sebagai penjabat gubernur, saya sempat tersujud di bandara. Banyak orang yang sempat meragukan bahkan memfitnah, tetapi Tuhan izinkan semuanya bisa berjalan dengan baik," kenangnya.
Keberhasilan perpanjangan landasan pacu dari 1.600 meter menjadi 2.500 meter, kata Ribka, menjadi bukti nyata bahwa upaya pembangunan di Papua Tengah tidak sia-sia. Kini, bandara yang dikelola oleh UPBU Kelas II Nabire itu mampu didarati pesawat berbadan lebar seperti Boeing, yang sebelumnya hanya bisa dilayani pesawat jenis ATR.
Kunjungan Wapres Gibran ke Bandara Douw Aturure bertujuan meninjau langsung kesiapan dan pengembangan bandara sebagai infrastruktur transportasi udara strategis. Peninjauan ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan timur Indonesia untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Kepala Bidang Penerbangan Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, Samuel Ricky Rantelimbong, menjelaskan bahwa fasilitas sisi udara seperti runway, apron, taxiway, dan runway strip terus dikembangkan. Sementara di sisi darat, tersedia terminal penumpang, terminal kargo, powerhouse, serta berbagai bangunan penunjang lainnya.
Meski progres perpanjangan runway telah tercapai, Samuel menekankan bahwa pengembangan lanjutan masih sangat diperlukan. "Untuk itu diperlukan pengembangan ke depan seperti pelebaran runway, perluasan apron, pengembangan terminal, pembangunan garbarata, serta peningkatan fasilitas pendukung lainnya," jelasnya.
Kunjungan kerja Wapres Gibran di Nabire juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Kepala Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Tengah Petrus Waine, serta Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar. Kehadiran para pejabat ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat konektivitas dan pembangunan di daerah otonomi baru Papua Tengah.