Sebagaimana diwartakan, bangun tidur seharusnya membuat tubuh kembali segar dan siap menjalani aktivitas harian. Namun, sebagian orang justru harus menghadapi pengalaman kurang menyenangkan berupa kepala yang terasa cenat-cenut tanpa adanya gejala sakit sebelumnya.
Berdasarkan laporan media, kondisi sakit kepala di pagi hari umumnya menjadi salah satu gejala dari obstructive sleep apnea atau OSA. OSA merupakan gangguan kesehatan yang menyebabkan terjadinya henti napas sesaat ketika seseorang sedang tidur malam.
Meskipun kaitan pastinya masih diteliti, kebiasaan mendengkur kerap menjadi penanda utama dari kondisi ini. Mengutip laporan Sleep Foundation, dari riset terhadap 268 orang yang sering mendengkur, sebanyak 23,5 persen di antaranya rutin terbangun dengan keluhan sakit kepala.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain gangguan napas, masalah kurang tidur dan insomnia juga menjadi pemicu umum kepala pening saat pagi hari. Penderita insomnia yang kesulitan mempertahankan kualitas tidur biasanya akan bangun dengan kondisi tubuh lesu dan kepala berdenyut.
Sebaliknya, tidur berlebihan juga tidak kalah berbahaya bagi ritme tubuh. Menurut penjelasan medis, durasi tidur yang terlalu lama dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, sehingga membuat seseorang merasa limbung, pening, hingga memicu sakit kepala.
Penyebab terakhir yang sering tidak disadari adalah kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur atau yang dikenal sebagai sleep bruxism. Berdasarkan catatan Cleveland Clinic, aktivitas mengatupkan rahang secara tidak sadar ini menimbulkan ketegangan otot wajah yang berujung pada migrain di pagi hari.