Pemerintah Kota Tebing Tinggi melalui Dinas Kesehatan resmi menghadirkan terobosan anyar guna mempercepat deteksi dini penyakit Tuberkulosis atau TBC di tengah masyarakat.
Terobosan yang diberi nama Pintu Radiasi atau singkatan dari Pusat Investigasi dan Temukan Kasus TBC dengan Radiografi Aktif di Lokasi ini diklaim mampu memangkas durasi diagnosis yang biasanya memakan waktu hingga dua minggu menjadi hanya dua hari saja.
Sebagaimana diwartakan, inovasi tersebut diluncurkan secara langsung di Lapangan Kantor Camat Rambutan, Jalan Gunung Leuser, dalam rangkaian Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Pencegahan TBC.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeWali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, dalam keterangannya menegaskan bahwa jajarannya berkomitmen penuh dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta menanggulangi penyebaran penyakit menular.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, kegiatan peluncuran ini turut dihadiri oleh Sekdako Erwin Suheri Damanik, Kepala Dinas Kesehatan dr. Fitri Sari Saragih, Camat Rambutan Muhammad Hersan Koto, para tenaga kesehatan, kader posyandu, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wali Kota memberikan apresiasi tinggi kepada para kader posyandu dan Germas yang selama ini konsisten menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan meskipun dengan insentif yang masih minim.
"Kader posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Pemerintah Kota Tebing Tinggi akan terus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan kader," ungkap Wali Kota di hadapan para peserta.
Selain menyoroti kesejahteraan tenaga relawan, Wali Kota juga mengingatkan bahwa satu pasien TBC yang tidak berobat tuntas berpotensi menularkan virus ke belasan orang lainnya di lingkungan sekitar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi, dr. Fitri Sari Saragih, menjelaskan bahwa inovasi ini mengusung tagline Layanan X-Ray Datang, TB Kita Berantas sebagai strategi jemput bola berbasis teknologi.
Berdasarkan data instansi kesehatan setempat, jumlah kasus TB Paru di wilayah tersebut sempat menyentuh angka 511 kasus pada tahun sebelumnya, dengan titik terbanyak ditemukan di Kecamatan Rambutan.
Melalui layanan screening X-ray portable yang menyasar 31 titik strategis seperti pasar, pabrik, hingga rumah susun, pemerintah optimis rantai penularan TBC dapat segera diputus secara optimal.